Beranda Pendidikan Pembelajaran Tatap Muka Diserahkan Kepada Pemerintah Daerah

Pembelajaran Tatap Muka Diserahkan Kepada Pemerintah Daerah

Belum lagi, banyak anak yang terjebak kekerasan di rumah tanpa terdeteksi oleh guru hingga peningkatan risiko pernikahan dini, kehamilan remaja, dan lainnya.

”Kita berisiko mempunyai learning loss, lost generation, di mana dampak permanen terhadap generasi kita, terutama jenjang yang masih muda,” ungkapnya. Selain itu, anak memiliki risiko gangguan psikososial akibat stres karena terus-menerus di dalam rumah dan tak dapat bertemu teman.

Karena itu, pemerintah memutuskan memperluas kebijakan pembelajaran tatap muka. Tidak hanya untuk sekolah di zona hijau, tapi juga zona kuning.

Namun, harus tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat secara umum. Karena itu, protokol kesehatan wajib dipenuhi.

Berdasar data per 3 Agustus 2020 dari http://covid19.go.id, terdapat 57 persen peserta didik yang masih berada di zona merah dan oranye. Sementara itu, 43 persen peserta didik berada di zona kuning dan hijau.

Nadiem mengakui, pada masa pandemi ini, ada sejumlah kendala dalam pelaksanaan PJJ. Misalnya, guru kesulitan dalam mengelola PJJ dan masih terfokus pada penuntasan kurikulum.