Bima Arya Bakal Bersihkan Oknum ASN Nakal Terima Iuran Ilegal 

Bima Arya
Wali Kota Bima Arya

BOGOR-RADAR BOGOR, Wali Kota Bogor, Bima Arya terus mengejar target menyelesaikan janji kampanye di akhir-akhir masa kepemimpinannya. Salah satu upaya yang dilakukan yakni, membersihkan timmya dari oknum-oknum ASN nakal.

Itu disampaikan Bima Arya, dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), Kecamatan Bogor Tengah di Jalan Dewi Sartika pada Rabu (25/1/2025).

Bima mengakui, banyak janji kampanyenya yang belum tuntas ada di Kecamatan Bogor Tengah. Selain itu ia melihat sebagian besar kesemrawutan dan kemudharatan (keburukan) terdapat di wilayah tersebut.

Menurutnya, hal itu disebabkan adanya oknum jahat yang membiarkan warga melanggar aturan dengan cara membayar iuran ilegal. Ia juga menyebut, masalah terus berjalan karena oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) itu takut untuk membereskan atau ikut menerima setoran iuran.

Bima Arya juga mengaku, banyak mendapat laporan dari warga terkait dengan permainan kongkalikong yang kerap terjadi di lapangan.

“Tidak ada warga yang jahat. Kalau salah mungkin iya, karena mereka tidak tahu yang boleh dan tidak boleh. Warga hanya mencari makan, sementara yang jahat adalah oknum yang membiarkan warga melanggar aturan dengan membayar iuran ilegal. Itu bajingan,” ujarnya.

Bima menegaskan, di setahun terakhir waktu kepemimpinannya, ia tidak akan memberi tempat untuk para ASN yang takut dan menerima iuran.

Beberapa hari ke depan, dirinya akan mengumumkan rotasi dalam tubuh timnya. Hal itu dilakukan agar mereka dapat bergerak maksimal menuntaskan program prioritas.

“Kami akan bertarung merapikan Kecamatan Bogor Tengah. Seperti kawasan Pasar Kebon Kembang, Pasar Anyar, Pasar Mawar, Kawasan Merdeka, Pasar bogor, Lawang Seketeng, Pedati Sawo untuk dirapikan sehingga memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Kita pinggirkan oknum-oknum tadi. Memang harus berani dan tidak mudah. Karena saya tahu ada backing, tapi bismillah. Ada niat pasti ada jalannya,” tegasnya.

Kesemrawutan juga bakal dibereskannya, dengan memasukan kembali para pedagang kaki lima ke dalam pasar yang ada di wilayah Kecamatan Bogor Tengah. Bima bersama jajaran Forkopimda, Danrem, Kapolresta Bogor Kota, dan Dandim, berjanji akan tertibkan masalah-masalah tersebut tahun ini.

“Semua bisa tertib kalau masuk ke dalam. Makanya kita bangun pedesterian di luar dan penataan lain supaya masuk ke dalam (pasar). Saya tau preman itu berkolaborasi dengan oknum tertentu, sehingga dibiarkan di beberapa titik. Insyaallah kita tahun ini berikhtiar menertibkan itu,” kata Bima Arya. (cr1)

Reporter : Reka Faturachman
Editor : Yosep

Berita Lainnya