Siap Gandeng Bumdes, Gula Aren jadi Ikon Desa Puraseda

LEUWILIANG-RADAR BOGOR, Gula aren menjadi ikon Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang. Mayoritas warga Kampung Gunung Perang merupakan petani penghasil gula merah.

Pihak desa terus mendorong baik dari segi produksi, kualitas, pengemasan dan penjualan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Bumdes Bhakti Kencana Kembangkan Bisnis Agrowisata Kaki Gunung Salak

Salah satunya, Pemerintah Desa Puraseda saat ini tengah membangun dua jembatan penghubung yang bersumber dari bantuan infrastruktur Program Samisade untuk mempermudah mobilisasi warga di Kampung Gunung Perang dan Kampung Cisaat.

“Jadi, disamping mereka bercocok tanam, mengolah tanah atau lahan perkebunan jadi ada waktu-waktu untu mengambil air Nira untuk dijadikan Gula Aren,” ungkap Sekretaris Desa Puraseda, Asep Ruhiyat.

Asep menjelaskan, pengolahan gula aren itu sudah berlangsung sejak lama merupakan warisan secara turun temurun dan masih dipertahankan hingga sekarang.

“Ini menjadi salah satu ikon desa kami yaitu petani Gula Aren,” katanya.

Dia memaparkan, dalam satu hari petani aren bisa memproduksi sekitar 20 kilogram gula dalam bentuk batangan. Selama ini warga menjual hasilnya ke pengepul yang datang langsung ke petani.

“Mudah-mudahan rencana kami di tahun 2023 mendatang bahwa Gula Aren ini akan dimasukkan dalam Program Bumdes (Badan Usaha Milik Desa),” ucapnya.

Nantinya, gula aren yang awalnya dicetak berbentuk batangan akan kembali diolah berbentuk serbuk dengan kemasan yang menarik.

“Proses itu sudah kami coba di RW 12 dan efeknya cukup bagus dan banyak pesanan,” cetusnya

Lebih lanjut, ia mengatakan, para petani biasanya menjual hasil pembuatan gula aren kepada pengepul itu per-kilogram.

Baca Juga: Sepi Tamu, Hotel Bayak Milik BUMdes Cipayung Ini Terancam Bangkrut

“Untuk harga 1 kilogram dijual Rp18 ribu. Sedangkan ketika gula aren itu dijadikan gula serbuk yang ini 600 mililiter dengan harga Rp20 ribu dan ada nilai tambah bagi petani tersebut,” kata dia.

Bumdes bakal digandeng untuk meningkatkan sisi produksi, pengemasan, hingga penjualan sampai pendapatannya. Potensi pohon aren yang melimpah perlu dimanfaatkan.(*)

Reporter: Jaenal Abidin
Editor: Imam Rahmanto

Berita Lainnya