Minim Lahan Terbuka, Warga Cianjur Mengungsi di Atas Kuburan

Pwngungsi
Warga terpaksa membangun tenda pengungsian di atas kuburan, Kampung Barukupa, Desa Sulatani, Kabupaten Cianjur. (Metropolitan)

CIANJUR-RADAR BOGOR, Warga pengungsi di Kabupaten Cianjur masih menggunakan tenda yang dibangun secara swadaya. Mereka belum mendapatkan tenda yang aman dan nyaman.

Baca Juga: Jokowi Janji Berikan Bantuan Rehabilitasi Pasca Gempa Cianjur, Segini Besarannya

Salah satunya, masyarakat di Kampung Barukupa, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, yang harus terpaksa membangun tenda darurat diatas 25 pemakaman. Sebanyak 60 orang harus tidur bersebelahan dengan batu nisan.

Kurangnya daerah atau lahan terbuka memaksa warga untuk mendirikan tenda di atas kuburan. Pemakaman menjadi pilihan terakhir sebagai tempat tinggal sementara.

Salah satu pengungsi, Rustinah (55) mengatakan, sebetulnya banyak lahan perkebunan yang bisa dijadikan tempat untuk membangun tenda. Namun, perkebunan berada di sisi tebing yang berpotensi menimbulkan tanah longsor.

“Seram kalau di kebun. Lebih baik di sini aja ah (lahan pemakaman),” kata Rustinah, Kamis (24/11).

Di tempat yang sama, Ketua RT 03 RW 03, Abdurahman mengatakan, sebanyak 65 KK terdampak gempa bumi Cianjur. Dantaranya, 18 rumah warga rusak berat, 4 rumah rusak sedang, dan 2 rumah rusak ringan.

Baca Juga: Sambangi Korban Gempa Cianjur, Jokowi Berdendang dengan Anak-Anak Pengungsi 

“Seluruhnya ada 233 jiwa yang mengungsi. Kita bagi jadi beberapa posko tenda darurat. Yang salah satunya tenda di atas pemakaman ini,” tutur Abdurahman. (*/metropolitan)

Editor: Imam Rahmanto

Berita Lainnya