Istrinya Disapu Longsor Cianjur, Anaknya Bakal Bertunangan

Wawan Ridwan setiap hari menengok lokasi longsor Cianjur, berharap istrinya ditemukan. (Radar Cianjur/ Hakim)

BOGOR-RADAR BOGOR, Setiap pukul 5.00 WIB, Wawan Ridwan bergegas menuju lokasi bencana longsor. Berbekal pakaian seadanya, ia mengendari motor dari kediamannya, Kampung Rancabali Wetan.

Lelaki itu tinggal RT02 RW12 Kelurahan Solokpandan, Kecamatan Cianjur. Namun, Wawan selalu mengunjungi Kampung Cibereum RT01 RW01, Desa Cijedil Kecamatan Cugenang.

Baca Juga: Update Gempa Cianjur: Satu Jenazah Ditemukan, Korban Meninggal 272 Orang

Pria berusia setengah abad ini memendam kesedihan mendalam. Hatinya penuh harap. Setidaknya, jenazah sang istri bisa segera ditemukan.

Selama empat hari berturut, ayah empat orang anak ini tak pernah absen di kawasan yang dilanda longsor akibat gempa bumi. Ia mendatangi tempat Tim SAR Gabungan demoli menggali informasi.

Sebelum hari kelam itu tiba, Wawan sempat merasa aneh dengan perilaku istrinya. Istrinya yang ia kenal pendiam menjadi sering berceloteh. Terlebih, satu hari menjelang dirinya berangkat kembali bertugas sebagai kepala sekolah di Depok.

Senin (21/11) lalu, istrinya menyetrika baju sembari menanyakan persiapan tunangan anak keduanya. Selain itu, sang istri malah tidak memberikan kepastian akan mengikuti acara di Sarongge, Kecamatan Pacet.

Setelah Wawan tiba di Depok, istrinya mengabarkan bahwa sudah ada di lokasi acara sekitar pukul 11.00 WIB. Wawan mendapatkan pesan berupa video dan foto melalui WhatsApp.

Setelah membalas pesan istrinya, pesan tersebut pun tak kunjung dibaca. Bahkan, belum ada kabar hingga dirinya mengikuti rapat di Kota Hujan, Bogor.

Kejadian gempa bumi dengan kekuatan 5.6 magnitudo itu pun turut terasa setelah dirinya keluar dari ruangan rapat. Sontak, Wawan langsung menghubungi seluruh anggota keluarga yang berada di Kota Tauco, Cianjur.

“Selesai rapat di Bogor, pukul 13.30 WIB terasa gempa. Langsung menghubungi semua anggota keluarga termasuk almarhumah namun tidak aktif hanya centang satu pada pukul 13.45 WIB,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Wawan rela mengecek setiap kendaraan ambulans yang melintas. Ia ingin memastikan jenazah istrinya sudah ditemukan. Tak sampai di situ, Wawan juga mendatangi setiap kamar jenazah yang ada di dua rumah sakit milik Pemerintah Daerah (Pemda) Cianjur.

Nihil. Setiap jenazah yang ditemuinya bukan orang tersayangnya. Itu meyakinkannya, sang istri masih tertimbun material longsoran.

Secercah harapan itu pun hadir, Kamis (24/11). Tim SAR Gabungan diduga menemukan kendaraan berisikan tujuh penumpang, yang salah satunya bisa jadi sang istri.

Baca Juga: Ketemu, Kendaraan Berpenumpang Guru TK yang Tersapu Longsor Cianjur

Didapati titik kendaraan tersebut berada di seberang sungai dan tengah diupayakan evakuasi Tim SAR Gabungan. Akan tetapi, ia harus kembali bersabar untuk sebuah kepastian. Tim SAR Gabungan belum bisa melakukan evakuasi lantaran kondisi sudah mulai gelap dan dilanjutkan Jumat (25/11) besok.

“Semoga besok bisa dipastikan itu merupakan jenazah istri saya dan saya yakin itu kendaraannya serta foto yang memperlihatkan satu jenazah merupakan istri saya dilihat dari pakaiannya,” harapnya dengan dada teramat sesak.(radarcianjur)

Editor: Imam Rahmanto

Berita Lainnya