Bapas Kelas II Bogor Latih Klien Pemasyarakatan Teknik Handmade Ecoprint

Bapas bogor
Pelatihan ecoprint yang digelar Badan Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Bogor, Selasa (22/11). (Radar Bogor/ Dede Supriadi)

BOGOR-RADAR BOGOR, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Bogor kembali melatih belasan klien pemasyarakatan. Kali ini, pelatihan mengajarkan keterampilan teknik Ecoprint.

Pelatihan dilakukan di Aula lantai dua Bapas Kelas II Bogor. Acara itu diikuti belasan klien pemasyarakatan yang sedang menjalani program reintegrasi atau asimilasi dari berbagai lapas/ rutan yang berdomisili di wilayah Bogor Raya dan Kota Depok, Selasa (22/11).

Baca Juga: Pengungsi Gempa Cianjur Antre Pelayanan Kesehatan Gratis dari Gerakan Anak Negeri

Pelatihan tersebut bekerja sama dengan Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas) dari Natural Cooking Club (NCC) Berbakti Bandung.

Kepala Subsi Bimbingan Klien Dewasa (BKD) Bapas Kelas II Bogor Firmansyah mengatakan, kegiatan pelatihan memasak ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencapaian tujuan sistem pemasyarakatan yakni membentuk klien agar menjadi manusia seutuhnya.

“Tujuan kegiatan ini diantaranya sebagai optimalisasi pemberdayaan atau keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan pemasyarakatan, memberikan keterampilan kepada klien sehingga diharapkan bisa menjadi manusia yang mandiri,” ungkap Firman yang juga sebagai Ketua Tim Pelatihan.

Sementara itu, Kepala Bapas Kelas II Bogor Teolina Saragih mengucapkan, tercapainya tujuan dari penyelenggaraan sistem pemasyarakatan ditentukan oleh 3 komponen, yakni klien, petugas, dan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan tujuan dari Sistem Pemasyarakatan berdasarkan UU No.22 tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yakni meningkatkan kualitas keterampilan kemandirian kepada klien pemasyarakatan. Itu agar mereka dapat hidup mandiri dan produktif, dapat diterima di masyarakat, menjadi warga yang baik dan bertanggung jawab, serta tidak megulangi pelanggaran hukum.

Antusiasme terlihat saat klien pemasyarakatan belajar agar berani untuk berpendapat dan berkreasi. Dalam kesempatan itu, Teolina juga mengajak para klien pemasyarakatan untuk berdialog dan menjalin ikatan yang lebih erat.

“Saya berharap kalian dapat memperbaiki diri. Kalau ingin mengubah nasib mulailah dari mengubah diri sendiri. Seperti dari hal-hal kecil dengan aktif berpartisipasi dalam pembangunan SDM. Contohnya ikut aktif gotong royong atau membantu sesama tanpa pamrih,” pesannya.

Baca Juga: Gempa Cianjur, Empat Bocah Santri Tewas Tertimpa Bangunan Majelis

Teolina juga menekankan agar terus bersemangat dalam melaksanakan bimbingan. Klien Bapas Bogor sebanyak 2.600 orang, masih sekira 50 persen yang belum bekerja. Itu pula yang menjadi salah satu alasan Bapas Kelas II Bogor menyelenggarakan Bimbingan Kemandirian.

Para peserta melakukan praktik membuat motif dari daun. Bahannya menggunakan kaos polos dan goody bag. (*)

Reporter: Dede Supriadi
Editor: Imam Rahmanto

Berita Lainnya