Pembangunan Sky Bridge Bojong Gede Berjalan, Park and Ride Ditinggal Investor

BOJONG GEDE-RADAR BOGOR, Progres pembangunan Sky Bridge di Stasiun Bojong Gede yang dibiayai Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) terus berjalan. Namun, untuk pembangunan Park And Ride yang diinisiasi Pemkab Bogor gagal dibangun lantaran ditinggal investor.

“Investor batal membangun Park and Ride, saya tidak tahu alasannya apa,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Agus Ridho kepada wartawan, Selasa (26/7/2022).

Diiinformasikan, Park and Ride merupakan sarana penunjang yang terintegrasi dengan Sky Bridge, yang akan menjadi lahan parkir. Sarana itu dibutuhkan mengingat kawasan Bojong Gede khususnya, minim sarana parkir.

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

Rencananya, Park and Ride bakal dibangun di 2023 setelah proyek Sky Bridge yang menghubungkan Stasiun Klimatologi Bojong Gede dengan Terminal Tipe C Bojong Gede rampung.

Baca juga: Nongkrong Kekinian di Warung Angkringan

Namun rencana itu bakal tertunda setelah investor memutuskan untuk membatalkan pembangunan tersebut. Agus mengaku hal itu menjadi pekerjaan rumah bagi dinasnya.

“Kami akan bahas bersama instansi terkait, kalau progres Sky Bridge tanyakan langsung ke BPTJ,” jelas Agus.

Dari pantauan Radar Bogor, tampak beberapa pekerja di lokasi pembangunan Sky Bridge. Di papan pemberitahuan, kegiatan pembangunan sudah dimulai sejak 15 Mei 2022 lalu.

Saat ditemui, pelaksana proyek PT Trimuda Lambang Sejahtera, Lehan mengaku tidak ada kendala selama pembangunan Sky Bridge. Justru warga setempat mendukung bakal adanya sarana tersebut.

“Karena mengurangi kemacetan di jalan, otomatis kalau dari stasiun, orang-orang diarahkan ke sini, di jalan yang biasanya macet sudah tidak macet lagi, minimal berkurang,” jelasnya.

Beberapa waktu lalu, Direktur Prasarana BPTJ, Jumardi menjelaskan, Sky Bridge atau jembatan layang tersebut sepenuhnya dibiayai oleh APBN senilai Rp 16,5 milyar melalui anggaran BPTJ Tahun 2022.

Sementara Pemkab Bogor mengalokasikan anggaran sekitar Rp. 4 miliar untuk kebutuhan pembebasan lahan.

Baca juga: Bogor Longsor Lagi, Dua Rumah Hancur

Stasiun Bojong Gede, lanjut Jumardi, merupakan salah satu stasiun kereta di Jabodetabek dengan jumlah penumpang terpadat.

“Sehari-hari sebelum pandemi bisa dipadati penumpang KRL hingga 65 ribu orang atau 1,86 juta orang perbulan, terpadat ketiga setelah Stasiun Bogor dan Stasiun Bekasi,” tukasnya.(cok/mg1)

Editor: Rany

Berita Lainnya