Cegah Penyakit Berbahaya, Ayo Kenali Tandanya yang Umum pada Anak

dr Alvina Christine Sp.A menjelaskan tanda bahaya pada anak saat talkshow kesehatan di Aula Kelurahan Kebon Pedes, Rabu (29/6).

BOGOR-RADAR BOGOR,  Tak sedikit kaum ibu yang panik ketika mendapati buah hatinya demam. Kepanikan itu bukan tanpa sebab, pasalnya demam menjadi satu tanda bahaya penyakit yang dialami seorang anak. Sehingga, para orang tua harus jeli mengenalinya agar bisa cegah penyakit berbahaya pada anak.

RSKIA Sawojajar Buka Ruang Isolasi Khusus Ibu dan Anak

Pencegahan penyakit berbahaya itu dipaparkan dr Alvina Cristine Sp.A dari Rumah Sakit  Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Sawojajar, dalam talkshow kesehatan di Aula Kelurahan Kebon Pedes, Tanah Sareal, Rabu (29/6). Rumah sakit khusus ibu dan anak di Kota Bogor ini, bekerjasama dengan Kelurahan Kebon Pedes untuk memperingati Hari Keluarga Nasional pada 29 Juni 2022.

Menurut Dokter Spesialis Anak Alvina Cristine, tanda bahaya penyakit pada anak ada lima. Pertama adalah demam, di mana merupakan respon alamiah tubuh dalam melawan serangan virus atau penyakit tertentu. “Dikatakan demam jika suhu tubuhnya di atas 38 derajat celcius. Lalu disertai kejang maka anak harus cepat dibawa ke fasilitas kesehatan,” jelasnya. Sementara, lanjutnya, jika usia anak di atas 3 bulan hingga 3 tahun,  tanda bahayanya jika demamnya lebih dari 39 derajat celcius atau tiga hari demam berturut-turut.  Dengan mengenali tanda itu, orang tua bisa cegah penyakit berbahaya pada anaknya.

Tanda bahaya kedua adalah sesak nafas, yang ditandai nafas anak lebih cepat dan berbunyi grok-grok. Sekitar mulut atau ujung jari tampak kebiruan.  Tanda bahaya berikutnya, kata dr Alvina, dehidrasi karena muntah atau diare yang membuat mata anak cekung, bibir kering, BAK jarang atau sedikit dan air mata sedikit saat menangis.  “Tanda bahaya keempat yaitu kejang dan terakhir penurunan kesadaran,” tambahnya. Terkait kejang, kata dr Alvina, maka tindakan yang harus dilakukan adalah baringkan anak dalam posisi miring. “Jangan memasukkan apapun ke mulut anak, beri obat kejang lewat dubur dan bawa secepatnya ke fasilitas kesehatan,” saran dr Alvina. Tanda bahaya yang umum terjadi ini, kata dr Alvina, jika dikenali lebih dini bisa cegah penyakit berbahaya menimpa anak.

Kasus Pengeroyokan Remaja Putri di Sempur, 5 Orang Diamankan. Begini Kronologinya!

RSKIA Sawojajar juga memberikan pelayanan pengobatan gratis di Kantor Kelurahan Kebon Pedes dengan kapasitas peserta penerima pengobatan sebanyak 100 orang dan pemeriksaan gula darah serta tensi secara gratis.  “RSKIA Sawojajar mengangkat tema ini karena banyak kasus anak tidak tertangani atau tidak tertolong ketika mengidap penyakit tertentu, karena minimnya edukasi terkait penyakit-penyakit yang bisa membahayakan anak, maka dari itu tema ini diangkat, karena bagi RSKIA Sawojajar “Kesehatan Keluarga Prioritas Kami,” jelas Direktur RSKIA Sawojajar, dr  RD Yunina Endang Sari.

RSKIA Sawojajar sebagai rumah sakit khusus ibu dan anak, juga memberikan doorprize untuk peserta yang didominasi para ketua RT, RW dan ibu-ibu PKK.  “Diharapkan masyarakat bisa lebih aware terhadap kesehatan mereka, terutama bagi mereka yang bekerja dan menjadi tulang punggung keluarga,” tegasnya, saat ditemui di sela-sela talkshow. (pia)

Editor: Pipin

Berita Lainnya