Program Baktiku Negeriku, Telkomsel Wujudkan Digitalisasi Daerah Konservasi Taman Nasional Ujung Kulon

Program Baktiku Negeriku, Telkomsel Wujudkan Digitalisasi Daerah Konservasi Taman Nasional Ujung Kulon
Program Baktiku Negeriku, Telkomsel Wujudkan Digitalisasi Daerah Konservasi Taman Nasional Ujung Kulon

RADAR BOGOR, Seiring dengan kemajuan dan perkembangan teknologi, sebagai perusahaan yang selalu berinovasi melalui teknologi terkini, Telkomsel berkomitmen terus memberikan dampak sosial positif melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

Kali ini Telkomsel melalui program Baktiku Negeriku menjalankan rangkaian green initiative program dari perusahaan untuk fokus terhadap aspek ESG (Environmental Social Governance).

Hal itu Telkomsel wujudkan melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Taman Nasional Ujung Kulon dalam rangka membantu pemberdayaan digital di area konservasi.

Baca juga: Program Santripreneur, Menko Airlangga :  Untuk Mendorong Santri Jadi Wirausahawan Tangguh

Program Baktiku Negeriku adalah program pemberdaya digital (digital enabler) bagi para pelaku pemberdayaan masyarakat (NGO/LSM/Foundation/Community Center) yang bersinggungan langsung dengan isu-isu lingkungan di setiap area kerjanya.

Melalui program ini, Telkomsel dan pihak Taman Nasional Ujung Kulon melakukan kajian bersama untuk menjalankan riset dan uji coba solusi digital yang akan diterapkan sebagai penyelesaian isu di lingkungan tersebut.

Solusi digital yang di berikan Telkomsel adalah dengan melakukan tagging dan tracking lokasi madu hutan yang akan memudahkan para petani madu memberdayakan hasil panen dan efisiensi waktu.

Baca juga: 7 Sapi di RPH Kota Bogor Suspek PMK, Lalu Lintas Hewan Terancam Ditutup

Executive Vice President West Area Sales Telkomsel, Gilang Prasetya mengatakan, “Program Baktiku Negeriku merupakan fasilitator bagi pemberdaya masyarakat agar menerapkan teknologi digital tepat guna dalam aktivitas pemberdayaan lingkungan. Dalam hal ini kami melihat Taman Nasional Ujung Kulon memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan. Penerapan digitalisasi ini tentunya akan meningkatkan efisiensi pemanenan dan akan memudahkan kerja para petani madu hutan.”

Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Ir. Anggodo, MM, mendukung penuh pengembangan program serta kegiatan dalam rangka mengefektifkan Taman Nasional Ujung Kulon dan Daerah Penyangganya.

Keberhasilan program diukur dari manfaat yang didapatkan dengan menerapkan implementasi digital, seperti kemudahan mengetahui lokasi titik pohon sarang madu yang presisi, mendata jalur petani madu secara legal dan kemudahan distribusi informasi terkait data masa panen serta keterukuran nilai hasil hutan.

Baca juga: Buntut Penganiayaan Warga Oleh Tamu Vila di Cisarua, Camat : Kita Cek Izin Vilanya

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan rumah bagi Badak Jawa cula 1 yang sangat terkenal dan terancam punah. Taman Nasional Ujung Kulon juga ditetapkan oleh UNESCO sebagai Natural World Heritage Site, dengan alamnya yang terjaga, vegetasi yang tumbuh dengan bebas.

Dengan banyak dukungan yang telah didapatkan dari dalam maupun luar negeri, hal ini semakin memperkuat rencana untuk terus mengembangkan daerah konservasi lebih lanjut.

“Telkomsel berharap dengan penandatanganan nota kesepahaman ini akan menjadi titik awal potensi kerja sama pemanfaatan berbagai teknologi digital untuk kepentingan pelestarian alam dalam lingkup Taman Nasional. Dengan kerja sama ini kedepannya kami dapat membuka peluang konektivitas jaringan Telkomsel di Taman Nasional Ujung Kulon dan digitalisasi area konservasinya dapat menginspirasi bagi 54 Taman Nasional Indonesia lainnya”, tutup Gilang. (*)

Editor: Rany

Berita Lainnya