logo radar

Isolasi Total, Pasar Hewan Kota Bogor Tutup Selama Dua Minggu

Wabah PMK sedang marak menyerang hewan jelang Idul Adha
Wabah PMK sedang marak menyerang hewan jelang Idul Adha

BOGOR-RADAR BOGOR, Temuan hewan bergejala klinis penyakit mulut dan kuku (PMK) di rumah pemotongan hewan (RPH) Kelurahan Bubulak, berdampak pada penutupan operasional jual beli hewan ternak di pasar hewan Kota Bogor selama 14 hari.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
(DKPP) Kota Bogor, Anas S Rasmana menjelaskan, kebijakan tersebut resmi dikeluarkan pihaknya pada Sabtu, (4/6/2022).

Baca juga: Marak Wabah PMK, Dinas Pertanian: Daging dan Susunya Aman Dikonsumsi

Dirinya menjelaskan, kebijakan penutupan ini awalnya bermula dari ditemukannya sapi bersuhu badan tinggi pada Selasa, (31/5). Kemudian keesokan harinya dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan pada hari Rabu dan Kamis (1-2/5).

“Setelah melihat kondisi itu, kita rapat pada hari Jum’at (3/6). Dari rapat tersebut kita sepakat untuk menutup pasar hewan sejak Sabtu (4/6),” tuturnya, Senin (6/6/2022).

Anas mengatakan, pihaknya kemudian melaporkan temuan tersebut ke Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) dan mengirimkan sampel darah sapi ke Balai Veteriner, Subang untuk dilakukan uji lab.

Baca juga: Tiga Srikandi Wapalapa Unpak Terjun Kibarkan Spanduk Raksasa

“Sabtu sore (4/6) kita kirim sampel, dan baru akan dapat hasilnya kemungkinan nanti malam (Senin (6/6)),” terangnya.

Kebijakan isolasi total diterapkan sebagai usaha pencegahan semakin tersebarnya wabah PMK.

“Penyebarannya bisa terjadi melalui airborne dan sentuhan. Karena sapi yang bergejala sudah sempat bercampur maka kita isolasi semua, agar tidak ada yang keluar dan masuk,” jelas Anas.

Ia mengakui pemberlakuan kandang isolasi tidak akan memberikan hasil maksimal.

Baca juga: Program Santripreneur, Menko Airlangga :  Untuk Mendorong Santri Jadi Wirausahawan Tangguh

“Sulit untuk membuat kandang isolasi, karna jarak yang dekat masih bisa menyebabkan penularan. Harus tidak ada hewan sama sekali dalam radius 30 kilometer,” tambahnya.

Dirinya menyebut perlakuan khusus saat ini gencar dilakukan pada seluruh hewan ternak. Selain pakan yang biasa diberikan, hewan ternak juga diberikan suplemen dan ramuan lain seperti kunyit, madu, gula merah.

“Alhamdulillah setelah dikasih itu beberapa sapi sembuh dalam waktu 3 hari,” ujarnya.

Baca juga: Buntut Penganiayaan Warga Oleh Tamu Vila di Cisarua, Camat : Kita Cek Izin Vilanya

Anas menegaskan, wabah PMK pada ternak tidak akan menyebar kepada manusia, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya wabah tersebut.

“Wabah ini tidak menyerang manusia, usaha ini dilakukan untuk keamanan hewan dan peternak. Mencegah adanya ternak yang mati dan menyebabkan kerugian pada peternak,” ungkapnya.

Baca juga: 7 Sapi di RPH Kota Bogor Suspek PMK, Lalu Lintas Hewan Terancam Ditutup

Kebijakan penutupan pasar hewan diberlakukan hingga Jum’at, 17 Juni 2022. “Setelah 14 hari kita lakukan evaluasi dan ambil sampel darah lagi untuk diperiksa kembali,” tutup Anas. (cr1)

Editor: Rany

Berita Lainnya