logo-radar-bogor

Ayah David Ozora Tolak Restoratice Justice, Pilih Perang di Pengadilan

Rekonstruksi Penganiayaan David Ozora
Rekonstruksi penganiayaan terhadap David Ozora oleh Mario Dandi Satriyo, di Perumahan Green Permata Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/3/2023).

JAKARTA-RADAR BOGOR, Jonathan Latumahina, ayah David Ozora, menolak tegas wacana jalan damai atau restorative justice (JC) terkait kasus penganiayaan berat oleh Mario Dandy Cs.

Ayah David Ozora disebut memilih melanjutkan perkara di persidangan. Dengan tegas, Jonathan Latumahina memilih berperang di pengadilan dibanding harus berdamai dengan orang yang telah menganiaya anaknya.

Muhammad Hamzah, pengacara keluarga David Ozora, memastikan pihaknya menolak restorative justice dalam kasus Mario Dandy ini. “Dari orangtua David, dia tetap ingin memproses masalah ini sesuai dengan aturan hukum,” tegasnya.

Baca Juga : Soal Penganiayaan David, APA Bantah Jadi Penghasut Mario Dandy

Meski sempat menyerahkan persoalan restorative justice kepada para pihak yakni korban dan pelaku, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta akhirnya menutup peluang opsi penghentian penuntutan tersebut.

Penutupan peluang restorative justice dilakukan kepada dua tersangka penganiayaan berat terhadap David Ozora yakni Mario Dandy Satriyo dan Shane Lukas.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum), Ade Sofyansyah mengatakan, peluang tak akan terjadinya opsi restorative justice tersebut mengingat aksi dua tersangka yang menganiaya korban secara membabi buta.

“Untuk tersangka Mario Dandy Satriyo dan Shane Lukas Rotua Pangodian Lumbantoruan tertutup peluang untuk diberikan penghentian penuntutan melalui RJ, karena menyebabkan akibat langsung korban sampai saat ini tidak sadar atau luka berat,” kata Ade dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (17/3/2023).

Tak hanya menutup opsi penerapan restorative justice bagi dua tersangka, pihak Kejati DKI Jakarta turut serta mempertimbangkan hukuman terberat bagi dua tersangka tersebut.

Sebab, David Ozora korban penganiayaan berat tersebut hingga saat ini masih terbaring tak berdaya serta menjalani perawatan medis secara intensif. (net/dis)

Editor : Yosep