Bir Kotjok khas Kota Bogor, Sudah Eksis Empat Generasi

BOGOR-RADAR BOGOR, Warga Kota Bogor pasti sudah tidak asing lagi dengan Bir Kotjok. Minuman tradisional yang kaya rempah ini amat melegenda di Kota Hujan.

Untuk mendapatkannya, bisa jalan-jalan di kawasan Suryakencana, Bogor Tengah. Pedagangnya mudah ditemukan mangkal di sekitar trotoar Surken.

Baca Juga: Martabak Encek Suryakencana, Setia Memanggang dengan Arang

Salah satunya, Bir Kotjok milik Didin Saepudin. Lelaki berusia 50 tahun ini biasa berjualan di Jalan Roda Ujung, Kelurahan Babakan Pasar. Sudah 20 tahun lamanya ia berjualan di sana.

Didin mengakui, keberadaan bir kotjok-nya justru jauh lebih lama. Sebelum dirinya, ayah dan kakeknya sudah lebih dulu menjajakan minuman tersebut.

“Kakek saya berjualan sejak tahun 1965, dilanjutkan oleh ayah saya di tahun 1970. Baru setelahnya saya sejak tahun 2000. Sekarang sudah ada generasi keempat yakni keponakan saya, dia berjualan sejak 2021 kemarin,” jelas Didin.

Uniknya, mereka terus berjualan di titik yang sama selama 57 tahun. Otentik bir kotjok memang amat dijaga oleh Didin dan keluarganya. Mulai dari resep hingga gerobaknya. Warna dan bentuk selalu sama.

“Bahan-bahannya jahe merah, kayu manis, gula aren, kapulaga, dan serai. Semua bahan digodok bersama-sama pada sore hari kemudian didiamkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam botol kaca,” tutur Didin membagikan resepnya.

Cara penyajiannya cukup menarik. Bahan minuman dimasukkan dalam shacker (pengocok) yang dirancang sendiri. Dicampur es batu.

Karena kocokan itulah yang membuatnya berbuih atau berbusa. Buih itu yang kemudian melahirkan pelabelan “bir” dalam namanya. Padahal, semua bahannya murni tanpa bahan memabukkan.

Didin mengatakan minuman racikannya ampuh mengatasi masuk angin, bau badan, hingga mengencangkan tubuh.

Baca Juga: Foodcourt BCC Diresmikan, Jajakan Kuliner Khas Bogor

“Kalau sekarang yang suka jauh lebih banyak. Dulu orang tua saja, sekarang anak muda juga suka. Pelanggannya banyak datang dari pedagang di pasar yang pulang setelah begadang. Katanya bikin seger dan fit lagi,” ucap Didin.

Ia berjualan sejak pukul 8 pagi hingga 3 sore. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau, hanya Rp5 ribu saja per gelas. Di hari biasa, Didin bisa menjual 21 botol, sedangkan pada akhir pekan jumlahnya melonjak hingga 60 botol dalam sehari.(*)

Reporter: Reka Faturachman
Editor: Imam Rahmanto

Berita Lainnya