2.276 Warga Bogor Positif HIV, Ada yang Masih Balita

Pembina KPA Kabupaten Bogor, Usep. (Radar Bogor/ Arif Al Fajar)

CIAWI-RADAR BOGOR, Kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Bogor terus meningkat setiap tahun!nya. Dalam lima tahun terakhir, tercatat sebanyak 2.276 warga yang mengidap penyakit kekebalan tubuh itu.

Baca Juga: 10 Pemandu Lagu THM di Kemang Reaktif HIV/AIDS

Data itu berasal dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor. Mereka mencatat ada 2.276 warga yang positif HIV dan AIDS selama kurun waktu lima tahun terakhir.

Pada tahun 2018 ada 314 kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Bogor. Kemudian pada tahun 2019 sebanyak 516 kasus. Kemudian pads tahun 2020 sempat turun, yakni ada 384 kasus.

Namun, pada tahun 2021 kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Bogor kembali naik menjadi 428 kasus.

“Untuk tahun 2022 hingga bulan Oktober tercatat ada 598 kasus,” ujar Ketua Yayasan Lekas Muksin kepada Radar Bogor saat menghadiri peringatan Hari AIDS Sedunia, Kamis (1/12).

Menanggapi hal tersebut, Pembina Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Bogor Usep Supratman mengatakan bahwa ia sangat miris dengan tingginya kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Bogor. Terlebih banyak Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang masih berusia remaja bahkan balita.

“Saya selaku pembina KPA Kabupaten Bogor merasa miris dengan jumlah peningkatan itu. Saya sedih ada anak balita yang tanpa dosa terkena HIV/ AIDS bahkan anak yang baru lulus SMA,” katanya saat dihubungi Radar Bogor.

Untuk itu, ia meminta agar pemerintah daerah serius dalam menanggulangi penyebaran HIV dan AIDS di Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Solusi HIV/AIDS, Wagub Uu : Nikah dan Poligami

“Saya harap Pemkab Bogor harus serius mencegah dan menanggulangi penyebarannya. Apalagi permasalahan yang timbul dirasa sulit adalah selalu kurang optimalnya pencegahan, kurangnya oba, dan diskriminasi penanganan terhadap ODHA,” tukasnya. (*)

Repoorter: Arif Al Fajar
Editor: Imam Rahmanto

Berita Lainnya