Siswa Sekolah Fajar Hidayah Dapat Edukasi Soal Ketahanan Pangan

Fajar Hidayah
Sekolah Islam Terpadu Fajar Hidayah bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor menyelenggarakan seminar terkait ketahanan pangan dengan tema :" Edukasi Keamanan Pangan Sekolah".

BOGOR-RADAR BOGOR, Sekolah Islam Terpadu Fajar Hidayah bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor menyelenggarakan seminar terkait ketahanan pangan dengan tema :” Edukasi Keamanan Pangan Sekolah”.

Baca Juga : Cari Talenta Baru E-Sports, Fajar Hidayah Gelar Tournament Digital Edu Month

Ketua Yayasan Fajar Hidayah H. Mirdas Eka Yira,Lc.,M.Si menyatakan dalam sambutannya, rasa gembira dan terimakasih pada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor yang telah berkenan mengadakan acara seminar itu bersama Sekolah Islam Terpadu Fajar Hidayah.

“Terutama saat ini dunia global dibayangi ancaman krisis pangan.Sebagaimana juga telah disampaikan oleh menyeri Keuangan Sri Mulyani,” tutur Mirdas.

Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Sigit Wibowo, dalam sambutan tertulis yang dibacakaan oleh  Ir. Sri Antoko, MM selaku Kepala Bidang Keamanan Pangan Kabupaten Bogor menyampaikan bahwa, ketahanan pangan sesuai yang tercantum dalam UU No. 18 thn 2012 adalah kemampuan seseorang mendapatkan makanan dan minuman dengan aman.

Kemanan Pangan dalam UU No. 18 tahun 2012 tersebut  juga  diatur tentang pangan sebagai sumber energi dan gizi. Ketahanan Pangan adalah, menjaga agar makanan kita tetap aman higieneis bermutu dan sehat .

Menurut PIM ada empat masalah dalam pangan. Yakni, pencemaran microba, penggunaan makanan yang diizinkan namun pemakainnya diluar yang diizinkan. Adanya ancaman pembuatan makanan yang dicampur bahan berbahaya seperti formalin dll. Dan makanan berbahaya ketika tercemar dengan lingkungan sekitar. Seperti pencemaran industri.

Bahan makan yang mengandung residu adalah beresiko dan berbahya bagi kesehatan. Di antaranya, bahan pewarna, pengawet, penyedap rasa, anti gempal, pemucat dan pengental.

Aditya Sri Setiady,S.Pt memberikan materi terkait Edukasi Kemanan Pangan Sekolah. Mengawali dengan ucapan terimakasih atas sambutan Fajar Hidayah yang sangat baik terhadap kegiatan Seminar Ketahanan Pangan ini.

Ia mengawali dengan penjelasan apa itu pangan. Yakni sesuatu yang bersumber dari hayati dan air yang dikonsumsi manusia . Baik itu diolah maupun tidak. Baik berupa bahan tambahan  pangan,proses pengolahan pangan,termasuk bahan lainnya yang digunakan buat pangan. Baik buat makanan ataupun minuman.

Kemanan pangan adalah kondisi dan upaya yang dilakukan untuk mencegah pangan dari pencemaran baik bilogis, kimia dan benda lainnya yang dapat mengganggu dan merugikan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan, agama, keyakinan dan budaya masyarakat eehingga aman dikonsumsi.

Salah satu bahaya dalam makanan yang sering digunakan adalah formalin,larutan yang tidak berwarna namun memiliki bau yang sangat menyengat. Sehingga dia bersifat Neiro Toxcic. Dalam formalin  terkandung 37% Formaldheid.

Penggunaan formalin biasanya buat perekat kayu lapis, desinfectan pembersih dari bakteri dan kuman dan juga pengawet mayat di rumah sakit serta pengawet sel organisme lainnya seperti hewan dan tumbuhan.

Dalam sesu tanya jawab yang berlansung hangat. Adinda siswa Kelas 9 Fajar Hidayah menanyakan, sebagaimana diketahui bahwa formalin berbahaya dan banyak dalam  makanan, bagaimana mengetahui positif negatif warnanya bila diuji keberadaanya dalam makanan tersebut.

Aditya Dwi Setiadi,S.Pt  menjelaskan bahwa, formalin biasanya ada tiga jenis botol uji tatkala dimasukan formalin kalau warna merah berarti positif dan kalau putih berarti tidak ada.

Begitu juga borak kalau bereaksi dengan warna kunyit berarti positif karena kunyit memberi reaksi terhadap borak dan formalin.

Ade Sri mulyani, MM. Juga menambahkan, dalam botol uji ada zat yang bereaksi terhadap keberadaan formalin, kalau warna merah pekat berarti kandungan tinggi. Kalau dia putih berarti negatif tidak mengandung. Jadi adanya senyawa yang akan memberi reaksi dalam bitol uni tersebut.

Saleh Siswa Kelas 10 Fajar Hidayah menanyakan tingkat bahaya formalin dan borak. Adit dari Dinas Ketahanan Pangan menjelaskan,  contoh makanan yang mengandung borak  bakso, lontong ,kerupuk gendar bisa mengakibatkan depresi.

Naura Kelas 11 Malaysia Fajar Hidayah, saya suka sirup lalau bagaimana membedakan mengandung bahan berbahaya atau tidak.

Baca Juga : Goes To School ke Fajar Hidayah, Forkopimda Sisoalisasikan Bahaya Narkoba

Dijawab Aditya Dwi Setiadi, sirup yang bermerek seperti Marjan tak perlu dikhawatirkan karena sudah diuji kandungannya oleh BPOM. Namun kalau tanpa merek makan itu yang dikhawatirkan mengandung bahan berbahaya.

Dra Ade Sri Mulyani memberikan kejutan doorprize buat para siswa Fajar Hidayah dengan memberikan beberapa pertanyaan. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan foto bersama. (*/ysp)

Editor : Yosep

Berita Lainnya