Sambangi Al Falakiyah Pagentongan Bogor, Duta Besar Ukraina Bawa Pesan Perdamaian

Kunjungan dari Duta Besar Ukraina ke Pondok Pesantren Al Falakiyah Pagentongan, Loji, Kota Bogor, Kamis (24/11)

BOGOR-RADAR BOGOR, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia He Vasyl Hamianin mengunjungi Ponpes Hamalatul Quran (PPHQ) Al Falakiyah Pagentongan, Kelurahan Loji, Kota Bogor, Kamis (24/11). Kunjungan itu diterima langsung Pimpinan Umum Ponpes Al Falakiyah Pagentongan KH Tubagus Asep Zulfiqar.

“Alhamdulillah pada hari ini kita kedatangan tamu jauh. Tentunya suatu kehormatan bagi kita kedatangan Duta Besar Ukraina untuk Indonesia ke Alfalakiyah Pagentongan,” kata Asep.

Baca Juga: Bantu Korban Gempa Cianjur, Radar Bogor Grup Melalui Gerakan Anak Negeri Buka Donasi

Asep sempat menyinggung konflik dua negara antara Ukraina dan Rusia yang saat ini tengah berperang. Oleh karenanya, sebagaimana amanat yang disampaikan Presiden Joko Widodo menghimbau kedua belah pihak agar menghentikan perang.

“Karena ada istilah kalau berantem atau perang, yang menang jadi arang dan yang kalah jadi abu. Artinya, perang tidak akan menyelesaikan persoalan, perang hanya akan menghasilkan penderitaan,” cetusnya.

Terlebih, dampak yang dirasakan oleh negara yang berperang maupun di sekitarnya sudah sangat luar biasa.

Sementara itu, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia He Vasyl Hamianin merasa terenyuh saat melihat para santri pesantren tersebut. Keceriaan yang dilihatnya tentu menjadi tanda Indonesia dalam kondosi yang baik.

“Kalian menunjukkan anak-anak yang selalu ingin belajar dan ingin selalu maju. Dan saya yakin kalian begitu karena kalian didukung dan diajari oleh pembimbing dan guru-guru yang hebat di pesantren ini,” ucapnya.

Ada tiga hal yang menjadi catatannya saat mengunjungi Ponpes Al Falakiyah Pagentongan, yakni senyuman, kekompakan, dan tatapan mata yang menyejukkan.

“Saya pahami di dalam Islam, nyawa setiap manusia sangat berharga. Jadi tidak penting ada beberapa jumlah orang, setiap manusia berharga dan kita semua bersaudara. Apapun itu kita harus saling menghormati dan menyayangi,” tandasnya.

Baca Juga: Di Tengah Bencana Gempa Cianjur, Tetap Kirim Paket dari Posko ke Posko

Menurutnya, Indonesia sangat beruntung karena hidup dalam situasi yang relatif damai. Ia membandingkan dengan dirinya yang lahir 25 tahun setelah selesainya Perang Dunia II. Kakeknya ayahnya, hingga keluarga lain pernah mengalami Perang Dunia tersebut.

“Semuanya mengajarkan satu hal, tidak ada yang lebih buruk di dunia ini daripada perang. Peperangan tidak pernah membawa apapun yang baik. Masyarakat hanya mengalami penderitaan, kesedihan, dan juga kehilangan,” tandasnya.(*)

Reporter: Dede Supriadi
Editor: Imam Rahmanto

Berita Lainnya