Di Tengah Bencana Gempa Cianjur, Tetap Kirim Paket dari Posko ke Posko

Gempa Cianjur
Muhamad Farid (21) masih tetap mengirimkan paket di tengah bencana gempa Cianjur. GIFFAR/METROPOLITAN

CIANJUR-RADAR BOGOR, Warga hingga kini masih mengungsi di tenda darurat pasca gempa Cianjur, Senin (21/11/2022) lalu. Rumah-rumah pun banyak yang kosong.

Baca Juga : Selamat dari Gempa Cianjur, Ibu Penderita Lumpuh Kaki Ini Tiba-Tiba Bisa Berlari  

Namun seorang pengantar paket, Muhamad Farid (21) masih tetap mengetuk pintu satu per satu sesuai dengan alamat yang tertulis dalam pesanan.

Tak kenal lelah, pesanan paket harus sampai di tangan pemesannya. Saat itu, Farid sedang berada di Kampung Barukupa, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

Lirikan mata ke kanan dan ke kiri, menandakan kebingungannya mencari alamat rumah. Masalah Farid bertambah ketika sudah menemukan alamat tujuan, tetapi rumah yang di maksud sudah roboh akibat guncangan gempa Cianjur.

Kini, tujuan Farid bukan lagi menuju rumah yang tertera dalam paket yang dikirimnya. Melainkan dari posko ke posko karena warga Kabupaten Cianjur banyak yang terdampak gempa dan mengalami traumatis tinggal di rumah.

Raripuh euy, keadaan nuju kos kieu (ribet, keadaan sedang seperti ini),” celoteh Farid, saat turun dari motor metiknya sambil menyiapkan paket untuk diantarkan ke posko pengungsi gempa Cianjur, RT 04 RW 03, Kampung Barukupa, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Kamis (24/11/2022).

Tak lama, seorang ibu-ibu menghampiri Farid. Paketnya, satu buah jas hujan untuk anak. Si ibu pun mengeluarkan uang untuk membayar paket Cash On Delivery (COD) nya kepada Farid.

Motor metuk Farid, masih terlihat penuh dengan paket yang akan ia kirim. Selain rumah yang kosong karena ditinggal penghuninya, kendala terberat Farid di tengah bencana gempa Cianjur ini adalah paket COD yang memang harus dibayar di tempat.

“Mau ga mau orangnya harus ketemu. Kalau memang ga memungkinkan paketnya saya bawa lagi ke kantor,” kata Farid, yang masih mengenakan helm kuningnya, kepada Metropolitan.

Farid pun salah satu korban bencana gempa Cianjur. Walaupun tak separah korban lainnya, ia harus mengungsi bersama korban lain di sekitar rumahnya. Di tengah pengungsiannya kewajiban masuk kerja untuk mengantar paket tak kenal libur.

“Dari awal beres gempa juga masih masuk kerja. Ya kalau libur kekurangan personel ga ada yang kirim paketnya,” ucapnya. (far)

Reporter : Giffar
Editor : Yosep

Berita Lainnya