Distribusi Pangan Lewat Tol Laut Menhub Budi Pastikan proses berjalan lancar

Distribusi Pangan menggunakan Tol laut
Distribusi Pangan menggunakan Tol laut guna menekan biaya transport dan inflasi

JAKARTA-RADAR BOGOR.Distribusi pangan akan memanfaatkan kapal-kapal laut sebagai alat mobilitas distribusinya. Menhub Budi Karya Sumadi memastikan proses tersebut berjalan lancar. Cara distribusi ini diterapkan guna menstabilkan harga pangan salah satunya beras.

BACA JUGA : Inflasi Tahunan Bulan September Melambung di Angka 5,95 Persen Imbas BBM Naik

Distribusi Pangan dilakukan dengan cara ini dalam upaya mengantisipasi inflasi yang naik cukup signifikan sebagai akibat dari naik nya harga-harga pokok kebutuhan hidup seperti bahan bakar, bahan pangan, dan lain lain.

Kami siap mengirimkan beras, minyak goreng, atau komoditas bahan pangan lainnya, melalui kapal tol laut dengan rute yang fleksibel. Menyesuaikan dengan kebutuhan di daerah mana yang kekurangan dan kami akan lakukan rotasi kapal tol laut ke daerah tersebut,” kata Budi di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Senin (3/10).

Ia menjelaskan, perubahan rute tol laut secara dinamis bahkan telah dilakukannya, Itu terjadi pada saat melakukan pengiriman minyak goreng melalui rute Medan (Belawan) ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebelumnya, kata Budi, sebanyak 1.200 ton atau sekitar 1,3 juta liter minyak goreng kemasan telah diangkut menggunakan kapal tol laut KM. Kendhaga Nusantara 12.

“Kapal tol laut ini membawa minyak goreng dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju ke sejumlah daerah di wilayah Timur Indonesia, yakni Papua, Maluku serta NTT,” ujarnya.

Selain memastikan kelancaran di tol laut, Budi juga mendorong pemerintah daerah (pemda) melalui APBD-nya untuk mensubsidi biaya distribusi pangan melalui transportasi darat. Sebagai contoh, kata dia, jika suatu komoditas seperti telur dan bawang itu banyak di Brebes, maka dari daerah lain bisa membeli di Brebes dengan mensubsidi ongkos transportasinya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi mengatakan, kenaikan harga beras disebabkan pupuk hingga naiknya biaya distribusi. Meski demikian, ia dan beberapa pihak terkait berupaya untuk menstabilkan harga beras sesuai HET pada Oktober ini.

BACA JUGA : Inflasi September 2022 Melonjak Karena Beras

“Hal ini tidak bisa dihindari karena pupuk, biaya tanam, dan biaya distribusi juga naik. Tetapi harusnya tidak terlalu tinggi kenaikannya. Untuk itu, membutuhkan respon cepat dan penanganan bersama seluruh stakeholder agar di bulan Oktober ini harga beras di tingkat konsumen dapat kembali turun sesuai HET,” kata Arief dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (4/10).

Ia menjelaskan, strategi yang dilakukan untuk menggenjot stabilisasi harga beras adalah dengan meningkatkan pelaksanaan operasi pasar atau program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) melalui Perum Bulog.

Menurutnya, KPSH merupakan bentuk intervensi pemerintah dengan menyalurkan stok beras pemerintah kepada pedagang atau konsumen dengan harga terjangkau di bawah HET. Dalam program KPSH, di PIBC misalnya, stok beras pemerintah melalui Bulog disalurkan kepada pedagang. (jpg)

Editor : Yosep / Ridwan PPL

Berita Lainnya