Sebrangi Sungai Cigonggang, Para Pelajar Ini Nekat Bertaruh Nyawa Demi Sekolah

Sungai Cigonggang
Para pelajar di Desa Neglasari, Kecamatan Agrabinta, Cianjur harus menantang maut aliran Sungai Cigonggang untuk berangkat ke sekolah.

CIANJUR-RADAR BOGOR, Para pelajar di Desa Neglasari, Kecamatan Agrabinta, Cianjur harus menantang maut aliran Sungai Cigonggang untuk berangkat ke sekolah.  Mereka nekat menyebrangi Sungai Cigonggang karena tak ada akes untuk menyebrang.

Baca Juga : Sungainya Darurat Sampah, Kecamatan Bojong Gede Minta PSDA Turun Tangan

Kepala Desa Neglasari, Nasihin mengatakan, Sungai Cigonggang merupakan sungai yang menghubungkan dua kampung, yaitu Kampung Neglasari Ciakar, RT07 RW04 dan Kampung Cikahuripan RT14 RW05.

 “Sungai ini memang menjadi akses warga untuk melakukan aktivitas. Bahkan, para anak sekolah juga ketika berangkat mereka menyeberangi sungai,” ujarnya.

Nasihin mengungkapkan, jika hujan deras dan debit air sungai tinggi, para pelajar tidak bisa berangkat sekolah kawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bahkan, berhari-hari tidak sekolah akibat masih derasnya arus Sungai Cigonggang.

“Para pelajar ini bahkan bisa sampai satu minggu tidak sekolah karena kondisi air di sungai sangat deras. Ada jalan pintas, tapi jaraknya sangat jauh,” terangnya.

“Sering (ada korban, red), selalu ada yang terpeleset, mungkin pas air masih besar, dua orang memaksakan untuk melintas, akhirnya terpeleset,” ungkapnya.

Lanjutnya, Sungai Cigonggang merupakan akses ke SDN Cikahuripan, dari tahun 2010 sampai sekarang sudah sering diajukan pengadaan jembatan, namun tidak ada realisasi dari pihak terkait.

“Dulu pernah ada jembatan bambu, namun hanyut terbawa air. Kami berharap mudah-mudahan yang terhormat bapak Bupati Cianjur, kami sangat berharap ada jembatan beton Sungai Cigonggang. Yang sangat diharapkan ini adalah satu-satunya akses ke sekolah, yaitu ke SDN Cikahuripan dan ke MTs Leles, atau ke MTs Nagasari. Dikala musim hujan tidak bisa dilalui, dan anak-anak sekolah istirahat,” jelasnya.

Kekhawatiran ketika melintasi Sungai Cigonggang dirasakan oleh Ketua RT Kampung Cikahuripan, Ucep.

“Memang banyak kekhawatiran ketika melintasi jembatan tersebut, bahkan saya sendiri pernah terpeleset beberapa kali. Saya berharap agar segera dibangun dan dibuat jembatan beton, karena khawatir kepada anak sekolah,” tuturnya.

Mendengar kabar adanya para pelajar yang berjuang dan bertaruh nyawa untuk berangkat ke sekolah dengan melintasi sungai, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur dari fraksi Partai NasDem, Rustam Efendi langsung meninjau Sungai Cigonggang.

Rustam mengaku sangat miris ketika mendengar kabar adanya para pelajar, terutama siswa SD yang berangkat ke sekolah menyeberangi sungai.

“Memang cukup mengkhawatirkan sungai Cigonggang itu, apalagi saya mendengar sudah dua tahun kepala desa mengajukan untuk pembangunannya dikarenakan sejak lama tidak pernah ada jembatan,” ujarnya.

Jembatan sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena untuk akses pendidikannya, maupun perekonomian masyarakat sehari-hari.

“Ternyata selama beberapa tahun terkahir sudah banyak sekali korban, baik itu korban harta dan juga korban manusia yang terbawa oleh arus,” jelasnya.

Terutama, yang memprihatinkan adalah Sungai Gonggang merupakan akses satu-satunya bagi sebagian murid SD Sukamanah di Desa Neglasari.

“Dan juga beberapa MTs yang ada di sana. Begitu pun beberapa kelompok masyarakat mempunyai ladang yang mengharuskan mereka untuk melalui sungai Gonggang,” ujarnya.

Pihaknya akan menyikapi hal tersebut dengan sangat serius bagaimana caranya agar pemerintah kabupaten bisa segera menganggarkan untuk pembangunan jembatan.

“Setidak-tidaknya bisa menjadi jembatan yang menghubungkan akses dari dusun tersebut ke Desa Neglasari,” tegasnya.

Baca Juga : Sungai Kali Baru Kembali Kotor

Rustam berharap jika ke depannya sudah dibangun jembatan, masyarakat bisa terhindar dari rasa cemas terutama para orangtua murid yang anaknya bersekolah di SD Sukamanah.

“Dan jumlahnya memang cukup banyak sekali anak-anak SD yang sekolah di SD Sukamansh, tetapi lokasinya harus melalui akses sungai Gonggang,” tutupnya. (kim)

Editor : Yosep

Berita Lainnya