Sampaikan Turut Berduka Cita atas Insiden di Stadion Kanjuran, Ridwan Kamil: Kerusuhan Kedua Terbesar di Dunia

Tragedi Kanjuruhan
tragedi kanjuruhan

BOGOR-RADAR BOGOR, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil angkat bicara terkait dengan insiden kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan selepas duel lanjutan Liga 1 2022/2023 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, di Malang, Jawa Timur.

Ridwan Kamil menyebut peristiwa yang membuat gempar dunia olah raga itu telah memakan ratusan korban jiwa yang tewas. Menurutnya, peristiwa yang terjadi pada Sabtu (1/10) malam itu merupakan yang terbesar ke dua di dunia.

“Saya haturkan duka cita mendalam peristiwa di stadion Kanjuruhan malang, ini adalah tragedi olahraga kedua terbesar. Kalau jumlah korbanya 127 itu atau lebih itu akan membuat tragedi ini kedua terbesar di dunia. Sesuatu yang sangat kita tidak banggakan,” kata Ridwan Kamil kepada wartawan di Kota Bogor, Minggu (2/10).

Baca juga: Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Tembus 153 Penonton, Rilis Resmi 127 Orang, Ini Rinciannya

Untuk itu atas nama pribadi Gubernur Jawa Barat itu mengucapkan turut berduka cita, atas nama pengemar bola, dan atas nama pemerintah Jawa Barat.

“Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan, diberikan kekuatan dan ketabahan,” ucapnya.

Ridwan Kamil juga menyoroti insiden kerusuhan di Stadion Kanjuruhan agar menjadi bahan evaluasi kedepannya agar tidak ada kejadian serupa dikemudian hari. Dirinya meminta agar dilakukan evaluasi total, pertama agar tujuan olahraga yakni bergembira.

“Bahwa di olahraga itu diwarna-warba jadi klub daerah silakan saja. Tapi jangan melebihi tujuan dari olahraga itu sendiri,” jelas Ridwan Kamil.

Kedua, suporter juga harus memiliki sifat bijakasana baik ketika kalah ataupun menang.

“Kalau menang ya didukung, kalau kalah juga didoakan. Bukan sebaliknya melampiaskan kekalahan dengan cara-cara (merugikan banyak orang),” imbuhnya.

Kemudian teknis manajeman, jika melihat pertandingan di Stadion Kanjuruhan karena dilakukan pada malah hari sulit melakukan pengamanan.

“Mudah-mudahan jangan selalu dipaksakan atas nama reting tv dalam mendapatkan prime tayang,” jelasnya.

Terakhir, Ridwan Kamil juga menyoroti pengamanan terutama gas air mata yang seharusnya tidak terjadi saat pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.

“Intinya saya itu. Intinya sudah disampaikan oleh pak Presiden, kita turut berduka dulu lah ya. Jangan mikirin main dulu, sementara kita sedang berduka. Pertandingan ditunda dlu sampai waktu yang pas sampai normal lagi,” ucapnya.

Sedangkan terkait PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang menunda seluruh pertandingan Liga 1 selama sepekan, termasuk Persib Bandung vs Persija Jakarta imbas kerusuhan tersebut, menurutnya sesuatu keputusan yang baik.

Diketahui pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung Minggu (2/10) sore, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

“Evaluasi saja. Contoh ya yang meninggal 2 orang di GBLK ya, itu sekarang polisi sudah memperbaiki. Disisirnya itu 2 kilometer dari pintu gerbang,” katanya.

“Kalau dulu orang tidak punya tiket merengsek mendekat, kalau sekrang udah disisir jauh-jauh. jadi keamanan ring 1,2,3 itu kalo dibandung sudah sangat baik,” tutupnya.(ded)

Editor: Rany

Berita Lainnya