Wajib, 1.077 Sekolah di Kabupaten Bogor Sudah Siap Terapkan IKM

Tenaga Pengajar
Ilustrasi. Sejumlah siswa sekolah saat mengikuti belajar mengajar, Parung, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu. Dinas Pendidikan akui kurangnya tenaga pengajar menjadi satu kendala tersendiri untuk mengejar kesetaraan pendidikan. Hendi/Radar Bogor

CIBINONG-RADAR BOGOR, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor tengah menggaungkan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dalam rangka pemulihan pembelajaran Tahun 2022 sampai dengan 2024.

Sebanyak ribuan sekolah di tingkat dasar (SD) maupun menengah (SMP) siap menjadi sekolah penggerak IKM.

“Sebanyak 720 SD dan 357 SMP siap mengikuti kurikulum merdeka,” ucap Kepala Disdik Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah.

Hingga saat ini, pihaknya masih mempersiapkan pelaksanaan IKM ke tiap satuan pendidikan. Sementara itu, sistem kurikulum darurat atau kurikulum 2013 (K-13) masih tetap diterapkan.

Baca juga: IPB University Raih Rekor Dunia “Playing the Most Paired Badminton”

Menurut Juanda, K-13 masih digunakan untuk Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam pembelajaran di satuan pendidikan.

“Namun untuk kurikulum merdeka, yang diarahkan dari Kemendikbud, setiap satuan pendidikan yang menjadi sekolah penggerak, tentunya saat pembelajaran harus menggunakan workshop,” jelasnya.

Nantinya, sambung Juanda, dalam pelaksanaan IKM, tiap satuan pendidikan mulai dari jenjang PAUD, SD dan SMP wajib menerapkan pembelajaran berbasis workshop.

Di samping pihaknya mempersiapkan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang bakal diterapkan pelajar kelas 5 SD hingga 8 SMP.

“Adanya literasi dasar dan bakat anak melalui IKM ini, bertujuan lebih berinovatif dan lebih fokus pembelajaran dengan mengembangkan wawasan peserta didik,” pungkasnya.(cok)

Editor: Rany

Berita Lainnya