Pajak Sumber Utama Pembangunan, DJP Jabar III Ajak Mahasiswa Membangun Negeri

Pajak
Kanwil DJP Jabar III mengadakan kegiatan Pajak Bertutur yang diikuti 400 mahasiswa dan dosen dari sembilan perguruan tinggi mitra Kanwil DJP Jawa Barat III yang ada di Kota Bekasi hingga Kota Bogor secara daring dan luring di Aula Kanwil DJP Jabar III.

BANDUNG-RADAR BOGOR, Sumber utama pembangunan negara, 78,72%-nya berasal dari pajak. Rp1.784 triliun Anggaran Pendapatan Belanja adalah sektor pajak.

Baca Juga : DJP dan Universitas Binaniaga Indonesia Sepakat Bentuk Tax Center

“Untuk itu saya mengajak generasi muda membangun kesadaran pajak untuk mendukung pembangunan nasional,” ujar Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat (Jabar) III Lucia Widiharsanti kepada peserta kegiatan Pajak Bertutur.

Pajak Bertutur Kanwil DJP Jabar III diikuti oleh 400 mahasiswa dan dosen dari sembilan perguruan tinggi mitra Kanwil DJP Jawa Barat III yang ada di Kota Bekasi hingga Kota Bogor secara daring dan luring di Aula Kanwil DJP Jabar III.

Dalam kegiatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada tax center teraktif dan dosen champion (red: dosen terbaik dalam inklusi relawan pajak).

Lucia menegaskan bahwa penggunaan uang pajak untuk segala bidang, dalam paparannya ia mengatakan, sebagai gambaran sederhana, setiap Rp1 juta uang pajak digunakan Rp87.000 untuk pendidikan, Rp72.000 untuk kesehatan, Rp69.000 untuk pertahanan, Rp205.500 untuk kegiatan ekonomi, dan sebagainya.

“Fungsi penting pajak dalam kehidupan bernegara ada empat. Fungsi pembiayaan melalui APBN. Fungsi mengatur pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan pajak. Fungsi stabilitas, mengatur stabilnya harga agar inflasi dapat dikendalikan dan yang terakhir fungsi redistribusi untuk membiayai kepentingan umum,” tambah Lucia.

Sementara itu, Fungsional Penyuluh Pajak Kanwil DJP Jabar III Lala Krisnalia dan Fitria Murty menyampaikan mengenai generasi muda sadar pajak dalam gelar wicara.

Lala menyampaikan bahwa butuh gotong royong khususnya generasi muda untuk mewujudkan masyarakat yang sadar pajak.

“Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp455,62 triliun. Dari dana tersebut, Rp122,54 triliun telah digunakan untuk bidang kesehatan termasuk pengadaan vaksin Covid-19. Dengan demikian, kita semakin paham bahwa uang pajak sangat diperlukan, generasi adik-adik nanti yang akan menopang Indonesia emas pada tahun 2045,” kata Lala.

Lebih lanjut, Fitria menyampaikan mengenai tingkat kepatuhan di Indonesia. Dari 275,8 juta jiwa penduduk Indonesia, 208,5 juta jiwa adalah populasi produktif.

Selanjutnya jumlah wajib pajak orang pribadi yang terdaftar ada 67,7 juta jiwa sedangkan wajib pajak yang melapor sebanyak 13,3 juta. “Jumlah ini sangat kecil dibandingkan dengan potensi orang pribadi yang ada di Indonesia,” katnaya.

“Teman-teman saat ini adalah calon generasi emas. Pada tahun 2045 kalian berada di usia produktif dan mendominasi sekitar 60% jumlah penduduk. Bayangkan jika generasi emas tersebut membayar pajak, maka APBN akan meningkat berlipat-lipat pada tahun mendatang.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kanwil DJP Jabar III memberikan penghargaan kepada Tax Center Universitas Gunadarma, Tax Center Institut Agama Islam Tazkia dan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya diberikan penghargaan sebagai tax center teraktif dalam mewujudkan masyarakat sadar pajak.

Baca Juga : Data Masyarakat yang Hindari Pajak Dikantongi DJP

Kegiatan turut dihadiri seluruh Kepala Bagian dan Kepala Bidang di lingkup Kanwil DJP Jabar III. Lucia berharap dengan kegiatan Pajak Bertutur dapat mewujudkan masyarakat sadar pajak.

“20 hingga 25 tahun lagi, generasi emas Indonesia akan memimpin dan menentukan masa depan bangsa. Hal ini memerlukan upaya semua pihak untuk menciptakan kesadaran pajak,” tegasnya. (*)

Editor : Yosep

Berita Lainnya