Kunjungan ke Batik Handayani Geulis Meningkat

Batik Handayani geulis
Para Ibu Adhyaksa Dharmakarini saat mengunjungi Galeri Batik Handayani Geulis dan belajar membatik. OMER/RADAR BOGOR

BOGOR – RADAR BOGOR, Setelah melewati masa pandemi, pelaku ekonomi kreatif di Kota Bogor terus meningkat. Tidak hanya untuk produksi, juga tingkat kunjungan ke galeri. Seperti yang dialami Batik Handayani Geulis, yang berlokasi di Jalan Bogor Baru, Tegal Gundil, Bogor Utara.

Baca Juga : Tertarik dengan Batik Bogor, Tamu dari Pakistan Ini Kunjungi Handayani Geulis

Hingga saat ini. tingkat kunjungan ke Batik Handayani Geulis terus mengalami peningkatan. Tidak hanya tamu domestik, juga dari luar negeri.

penerimaan mahasiswa baru universitas djuanda bogor

Owner Batik Handayani Geulis, Sri Ratna Handayani mengungkapkan, kunjungan edukasi batik dan sosialisasi batik mulai ramai lagi, setelah vakum hampir dua tahun.

Galeri Batik Handayani Geulis ramai menerima kunjungan sejak akhir 2020 dan awal 2021 lalu. Kunjungan menunjukkan perkembangann positif.

“Makin ramai kunjungan ke galeri,” ujar Sri Ratna Handayani kepada Radar Bogor, di sela kesibukannya. Mereka yang berkunjung, katanya, tidak hanya belajar membatik, juga untuk mencari buah tangan khas Indonesia maupun Bogor yang berkesan. Mereka yang sudah berkunjung dari Kementrian, bahkan dari luar negeri seperti Perancis, Pakistan, USA dan beberapa negara lain.

Ratna juga menambahkan, pada Agustus ini jadwal kunjungan dan membatik, di antaranya, tamu domestik, internasional (dari Prancis dan Jepang). Tamu yang datang tidak hanya kelompok, ada juga tamu perseorangan.

Agustus ini, Batik Handayani juga akan mengeluarkan beberapa motif baru dengan tema hari Kemerdekaan Indonesia, dengan jenis batik cap, print, maupun tulis. “Limited edition Agustus,” tambah wanita yang akrab disapa Ratna ini.

Baca Juga : Satu Dekade, Handayani Geulis Persembahkan Batik ‘Bogor Pisan’

Batik Handayani Geulis sendiri, berdiri sejak 2012 dan menghasilkan setidaknya 80 motif batik cap maupun tulis. Dari jumlah tersebut, 14 motif di antaranya sudah memiliki sertifikat hak paten.

Adapun sederet motif batik tersebut di  antaranya, Laksana Sapaneja, Kalingga Murda, Patepung Lawung, Teratai, Istana Bogor, Tilu Sauyunan, Kijang Papasangan, Tunggul Kawung, Bogor Pisan, Cepot, Angkot hingga Lereng Kujang. Umumnya bermotif batik tentang kearifan lokal. (mer/c)

Reporter : Omer Ritonga
Editor : Yosep

Berita Lainnya