Gedung Perpustakaan Tanah Bumbu Diresmikan

Gedung perpustakaan Kabupaten Tanah Bumbu. (IST)

RADAR BOGOR, Bangunan kokoh setinggi empat lantai sudah menunjukkan geliat aktivitasnya. Kondisi pandemi memaksa peresmian yang sedianya dilakukan pada 2020 baru tahun ini dilaksanakan. Kini, pemda Tanah Bumbu berharap gedung layanan perpustakaan yang baru diresmikan mampu membawa masyarakat Tanah Bumbu cerdas dan literat. 

Baca Juga : Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat, BRI Gelar Pesta Rakyat Simpedes 2022

Kabupaten Tanah Bumbu berada di wilayah pesisir. Pada 2003, Kabupaten Tanah Bumbu memisahkan diri dari Kabupaten Kota Baru.

Baca Juga : Perpusnas Sosialisasikan Gemar Membaca di Rumah Ibadah

Sebagai daerah yang diproyeksikan menjadi daerah penyangga Ibu Kota Negara (IKN), Tanah Bumbu menyimpan banyak potensi yang bisa dioptimalkan, mulai dari batubara, industri besar, perikanan, perkebunan,hingga pertanian.

“Tentu banyak tuntutan yang diminta dari segala aspek. Oleh karena itu wajib bagi kami menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, produktif, dan berakhlak mulia, sesuai misi dari program pembangunan Tanah Bumbu,” beber Bupati Zairullah Azhar, pascaperesmian gedung layanan perpustakaan umum dan kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) Kabupaten Tanah Bumbu, Kamis, (4/8/2022.

Dalam RPJMN 2020-2024, kata literasi dimaknai sebagai manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Artinya, daerah pun kini tidak bisa main- main kebutuhan literasi. Tidak mungkin menjalankan pembangunan tanpa dibarengi dengan perbaikan kualitas sumber daya manusia.

“Percepatan pembangunan harus didukung oleh keunggulan dari sisi SDM yang kompetitif dan berdaya saing,” tambah Deputi Bidang Pembangunan Sumber Daya Perpustakaan Deni Kurniadi.

Maka, sudah saatnya daerah berlomba-lomba berkontribusi menciptakan SDM yang literat. Karena masyarakat yang cerdas akan selalu berkorelasi dengan kemajuan daerah.

Peningkatan literasi bertalian erat dengan peran perpustakaan sebagai institusi penggerak perubahan. Sudah banyak masyarakat, baik secara individu maupun kelompok merasakan dampak positif dari transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Plt. Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, Endang Camsuddin mengakui diperlukan percepatan dalam layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial, termasuk layanan perpustakaan keliling. Namun, Endang mengakui diperlukan terobosan dalam mengenalkan perpustakaan ke masyarakat.

“Misalnya, mengadakan perayaan ulang tahun anak di perpustakaan,” ujar Endang.

Senada dengan terobosan yang dilakukan provinsi, pemda Tanah Bumbu juga meminta pegawainya agar lebih banyak membaca buku dibanding media sosial.

“Banyak membaca buku bisa menambah paradigma berpikir sehingga tidak sempit wawasan,” imbuh Sekretaris Daerah Ambo Sakka.

Bahkan, tambah Ambo, Bupati meminta kepada setiap OPD sepulang berdinas untuk memberikan bahan bacaan minimal satu eksemplar dan diserahkan kepada perpustakaan. (*)

Berita Lainnya