logo radar

Mahasiswa KKN-T IPB Buat Inovasi Penyiraman Tanaman Otomatis dengan Sensor Kelembaban Tanah

DRAMAGA-RADAR BOGOR, Mahasiswa IPB University berhasil memberikan edukasi dan penyuluhan penyiraman tanaman otomatis sebagai upaya mempermudah petani dalam melakukan pekerjaannya.

Edukasi ini berasal dari permasalahan yang ada dan potensi yang terdapat di RW 07, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Kebanyakan petani mengolah lahan yang ada di RW 07 dengan memanfaatkan aliran danau situ burung sebagai sumber air. Pemanfaatan aliran tersebut masih dilakukan secara manual, di mana petani mengambil air sendiri,” ungkap Ketua RW 07, Endang Junaedi.

Baca juga: PRB Apresiasi Kejari Kabupaten Bogor

Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa IPB University yang menjalankan program KKN-T membuat suatu inovasi, berupa sistem penyiraman tanaman otomatis yang mengambil air dari aliran tersebut saat kelembaban tanah mulai menurun.

Program KKN-T ini dibimbing oleh Laksmi Ambarsari selaku dosen pembimbing lapang kelompok KKN-T IPB BogorKab 30 yang diketuai oleh Dimas Panji Hasmoro dengan beranggotakan Agustin Marlili Artika, Rais Rahmadi, Grey Syafiq Kusuma, Faisal Ibrahim Abusalam, Tifanee Anindhita, Muhamad Rizqi Riv’ah, Zachwa Ainun Mardhiyah, Diya Aghnia, dan Angela Maria Marisi.

“Kelompok KKN-T ini membuat sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis arduino yang dilakukan di lahan Bapak Endang sebagai percontohan untuk masyarakat,” kata ketua tim KKN-T, Dimas, Jumat (29/7/2022).

Baca juga: Masa Pawai Obor Padati Puncak, Warga Diimbau Tertib

Sistem penyiraman tanaman otomatis yang dibuat ditentukan oleh kelembaban tanah. Jika kelembaban tanah sudah mencapai batas minimum, maka sistem akan mengirimkan sinyal ke pompa dan air pun akan dialiri melalui sprinkle.

“Sehingga kelembaban tanah pada tanaman tercukupi dengan baik, Jika kelembaban tanah sudah cukup untuk pertumbuhan tanaman, maka pompa akan berhenti secara otomatis,” ujarnya.

Setelah program tersebut dilaksanakan, Ketua RW 07 Endang Junaedi memberi apresiasi. Kata dia, program ini memberikan manfaat dan sangat dibutuhkan oleh petani.

“Diharapkan dengan adanya sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis arduino ini dapat membantu petani Desa Cikarawang,” pungkas Endang. (*)

Editor: Rany

Berita Lainnya