logo radar

Ketua Satgas Beri Arahan Penanganan Wabah PMK

7 Sapi di RPH Kota Bogor suspek PMK
Penyemprotan disinfektan kandang-kandang ternak di RPH Bubulak. 7 Sapi di RPH Kota Bogor suspek PMK.

YOGYAKARTA-RADAR BOGOR, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (Satgas PMK), Letjen Suharyanto memberikan 7 arahan untuk mendorong percepatan penanganan wabah PMK di Provinsi yogyakarta.

“Kalau masa Covid-19 ada Jogo Tonggo, sekarang wabah PMK ada Jogo Ternak, bagus harus ditingkatkan sehingga bisa saling jaga dan bisa menekan angka tertular,” ujar Suharyanto.

Tujuh arahan tersebut antara lain melaksanakan biosecurity yang ketat dari mulai lingkup terkecil (kandang) hingga antar pulau. Kedua, menjaga perlintasan darat, laut, dan udara dengan menerapkan biosecurity ketat dan perlintasan darat antar provinsi utamanya dalam menjaga Jawa Timur sebagai lumbung ternak nasional.

Baca juga: Per Juni, BCA Proses 67 juta Transaksi BI-FAST Senilai Rp 271 Triliun

Selanjutnya, melakukan pengobatan bagi ternak-ternak yang sakit dan bisa disembuhkan serta memberikan vitamin bagi hewan sehat untuk meningkatkan imunitas, termasuk di Kota yogyakarta. Keempat, melakukan percepatan vaksinasi untuk melindungi ternak sehat, terutama di Kabupaten Gunung Kidul.

Kemudian, melakukan pemotongan bersyarat bagi ternak yang tidak dapat disembuhkan untuk meminimalkan penyebaran virus terutama bagi daerah yang kasusnya masih/sudah sedikit terutama Kabupaten Kulonprogo (389 ekor). Membentuk Satgas PMK di Kota yogyakarta sebagai langkah pencegahan meskipun belum ditemukan kasus PMK dan penyelesaian SK POV untuk mempercepat penanganan PMK.

Terakhir, melibatkan komponen pentahelix yakni Pemda, TNI-Polri, akademisi, masyarakat, media dan dunia usaha untuk bersatu padu menangani PMK hingga DIJ menjadi zero cases kasus PMK.

Baca juga: Sempat Tersandung Kasus Narkoba Andrie Bayuadjie Balik ke Kahitna

Sampai dengan 25 Juli 2022 Pukul 23:59 WIB sebanyak 10.932 ekor ternak di yogyakarta mengalami sakit. Sebanyak 3.467 hewan sembuh, 197 mati dan telah di potong bersyarat sebanyak 161 ekor. sehingga sisa kasus PMK sebanyak 7.107 ekor ternak.

Sementara itu, wabah PMK di Provinsi Jawa Tengah telah terindentifikasi sebanyak 54.086 kasus dengan 26.714 ekor sembuh, 494 ekor mati dan 947 ekor dipotong bersyarat. Sehingga sisa kasus PMK di wilayah Jawa Tengah sebanyak 25.931 ekor ternak. (jpg)

Editor: Yosep/Aulia-KKL

Berita Lainnya