logo radar

Tahun Ini, Asuransi Targetkan Pertumbuhan Kinerja 17 Persen

Asuransi
Ilustrasi Asuransi (Istimewa)

RADAR BOGOR – Pelaku industri asuransi, terus mengincar pertumbuhan tahun ini. Mereka yakin, masyarakat makin sadar akan dana jaminan kesehatan dan jiwa.

Head of Corporate Communications PT Asuransi Generali Indonesia Windra Krismansyah mengatakan, salah satu tanda pertumbuhan kinerja asuransi justru datang dari jumlah klaim yang sudah dicairkan. Sebab, pemanfaatan asuransi menjadi tanda bahwa masyarakat semakin sadar pentingnya membeli serta mempertahankan asuransi.

“Hingga semester satu sendiri, kami sudah membayarkan klaim senilai Rp521 miliar. Dana tersebut disebar ke 211 ribu keluarga di Indonesia,” paparnya.

Baca juga: Asuransi dan Pajak Mobil 2022, Pemilik Kendaraan Wajib Tahu

Selama kuartal I 2022, pihaknya sudah mencatat premi senilai Rp870 miliar. Sekitar 59 persen premi datang dari kanal keagenan. Sisanya, datang dari kanal kemitraan serta penjualan digital.

Soal target tahun ini, ia berharap bisa mempertahankan kinerja industri asuransi secara total. Selama kuartal I, pertumbuhan industri asuransi menurut Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencapai 17,4 persen. “Harapan kami, pertumbuhan kinerja premi sepanjang tahun ini bisa menyamai pertumbuhan kuartal I,” jelas Windra Krismansyah.

Untuk mencapai target tersebut, ia mengaku sudah menjalankan beberapa strategi. Misalnya, peningkatan keagenan yang masih menjadi sumber pendapatan terbesar dan meningkatkan inklusifitas asuransi dengan menggenjot produk asuransi mikro.

Windra mengatakan, saat ini benefit yang diminati konsumen bukan hanya soal jiwa dan kesehatan. Namun, juga sosial. “Dalam program asuransi mikro, kami juga sertakan manfaat wakaf. Sehingga, masyarakat tak perlu lagi harus memiliki aset banyak sebelum melakukan wakaf tersebut,” paparnya.

Baca juga: Prudential Luncurkan Prudential Syariah, Perusahaan Asuransi Jiwa Syariah, untuk Dukung Akselerasi Ekonomi Syariah Indonesia

Regional Agency Sales Head Generali Indonesia Jonny menambahkan, kesadaran asuransi juga terjadi di wilayah Jawa Timur. Di provinsi tersebut, pihaknya sudah menyalurkan klaim kepada 14,5 ribu keluarga dengan total nilai Rp67,8 miliar. Dari 400 ribu pemegang polis aktif yang tersebar di Indonesia, 15 persen memang berasal dari Jatim.

Ia menegaskan, asuransi sebenarnya punya fleksibitlitas yang tinggi. Beberapa nasabah beli premi langsung dengan nilai besar. Tapi, beberapa juga membeli hingga belasan premi.

“Buktinya nasabah kami yang baru saja mewarisi manfaat asuransi jiwa mendapatkan Rp4,2 miliar. Manfaat itu didapatkan karena sang ayah punya 13 polis asuransi jiwa yang aktif semasa hidup,” papar nya. (jpg)

Editor: Yosep/Zulfa-KKL

Berita Lainnya