Ajaran Baru, Siswa SMP di Kota Bogor Jalani MPLS Daring  

Siswa SMP
Siswa SMP Negeri 1 kota Bogor mengikuti Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 1 Jalan Juanda bogor, Senin (18/07/2022). SOFYANSYAH/RADAR BOGOR

BOGOR-RADAR BOGOR, Meningkatnya angka penyebaran Covid-19, membuat para siswa SMP di Kota Bogor gagal mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara langsung.

Baca Juga : Cegah Covid-19, MPLS di Kota Bogor Dilaksanakan Online

Para siswa SMP itu terpaksa menjalani hari pertamanya masuk sekolah dan MPLS secara daring di rumahnya masing-masing Senin (18/7/2022). Salah satu sekolah yang melaksanakan MPLS secara daring ialah SMP 1 Kota Bogor.

Kepala SMP 1 Kota Bogor, Warsadi mengatakan, sebanyak 256 siswa baru mendapatkan berbagai pembekalan materi Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari pada 18-20 Juli 2022.

Para siswa dikenalkan dengan visi, misi, tujuan sekolah, serta kurikulum merdeka yang akan mulai diterapkan pada siswa kelas 7 SMP. Selain itu mereka juga dikenalkan dengan para guru serta staf Tata Usaha (TU) sekolah.

“Kemudian para siswa SMP juga dikenalkan dengan lingkungan sekolah seperti ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, laboratorium, masjid, serta ruang-ruang lain yang ada di sekolah melalui video yang sudah kami siapkan,” tutur Warsadi kepada Radar Bogor Senin (18/7/2022).

Tak berhenti di situ, siswa juga mendapatkan informasi-informasi mengenai kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) yang tersedia di sekolah yang juga disampaikan melalui video demonstrasi kegiatan.

“Di video itu juga ditampilkan prestasi-prestasi yang sudah diraih SMP 1 Kota Bogor lewat program ekskul yang ada, supaya bisa menjadi gambaran dan motivasi,” imbuhnya.

Selain itu, para siswa juga dibekali materi bahaya narkoba, disiplin berlalulintas, serta peraturan yang diterapkan di sekolahnya tersebut.

Melalui kegiatan MPLS, diharap para siswa dapat mengerti dan memahami lingkungan sekolah. Siswa juga diharapkan dapat termotivasi sehingga nantinya dapat ikut andil dalam mencetak prestasi di sekolah.

Warsadi menuturkan sebanyak 20 perwakilan siswa hadir secara langsung di sekolah pada MPLS hari pertama tersebut.

“Mereka mewakili gugus masing-masing untuk pengalungan kartu identitas secara simbolis. Protokol Kesehatan (Prokes) ketat kami terapkan hari ini. Mulai dari posisi duduk, pemakaian masker, pengecekan suhu, dan prokes lainnya” terang Warsadi.

MPLS secara daring ini dilaksanakan sejak pukul 07.30-12.00 WIB dan di sambut antusias seluruh peserta. “Mereka sudah hadir bahkan sebelum jam 07.30,” tambahnya.

Warsadi menjelaskan pihaknya masih menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 50 persen setelah MPLS selesai. “Kita masih akan ikut surat edaran dari Dinas Pendidikan (Disdik), sampai sekarang surat edarannya masih PTM 50 persen,” tuturnya.

Baca Juga : Hari Pertama Sekolah di Tamansari, Ini yang Dilakukan Siswa

Namun diakuinya pihak sekolah sudah mempersiapkan apabila dilaksanakan PTM 100 persen. “Kita sudah merancang untuk itu, sarana prasarana disiapkan, jumlah meja dan bangku disesuaikan dengan jumlah siswa,” papar Warsadi.

Pihaknya juga mempersiapkan fasilitas lain di antaranya jalur masuk dan keluar, alat pengecek suhu tubuh, serta tempat cuci tangan untuk siswa SMP. (cr1)

Reporter : Reka Faturachman
Editor : Yosep

Berita Lainnya