Beranda Internasional Galang Dana, Jaket Presiden Ukraina Terjual Rp1,6 Miliar

Galang Dana, Jaket Presiden Ukraina Terjual Rp1,6 Miliar

Jaket Presiden Ukraina
aket Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang berhasil terjual dengan harga fantastis,

LONDON-Jaket Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berhasil terjual dengan harga fantastis, pada acara penggalangan dana untuk Ukraina di London, Inggri, 6 Mei lalu.

Baca Juga : Presiden Ukraina Mengaku Diundang Presiden Jokowi Hadir di G20 Bali

Jaket yang ditandatangani langsung oleh Volodymyr Zelensky itu ditawar senilai US$ 111.000 atau Rp 1,6 miliar.

universitas-ibn-khaldun-uika-bogor

“Hari ini, seluruh dunia melihat seorang pria yang mengenakan jaket bulu sederhana,” kata Kedutaan Besar Ukraina untuk Inggris dalam sebuah video yang diposting di Twitter, dikutip dari laman CNN pada Senin (9/5/2022).

Postingan tersebut juga menyertakan cuplikan Zelensky yang mengenakan jaket tersebut.

“Dan sekarang barang ikonik, yang ditandatangani secara pribadi oleh Presiden Zelensky, ada di sini,” tulis Kedubes Ukraina.

Menurut cuitan tweet dari Kedutaan Ukraina itu, tujuan dari acara penggalangan dana tersebut adalah untuk menceritakan kisah keberanian Ukraina selama perang melawan Rusia. Serta mengumpulkan dana untuk mendukung keberanian itu.

Selain jaket Presiden Ukraina, penggalangan dana bertajuk ‘Brave Ukraina’ ini juga menyediakan mainan yang disumbangkan oleh Ibu Negara Ukraina Olena Zelenska dan foto-foto oleh mendiang fotografer Max Levine.

Penggalana dana yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Ukraina di London ini digelar di galeri seni Tate Modern. Acara ini mampu mengumpulkan dana lebih dari USD 1 juta. Sebagian besar dana akan digunakan untuk peralatan Pusat Medis Khusus Anak di Ukraina Barat.

Dalam sesi pidato, hadir pula Perdana Menteri Inggris Boris Johnson melalui panggilan video yang memuji kepemimpinan Zelensky.

“Sebuah kehormatan untuk berbicara setelah teman saya Volodymyr Zelenskyy, sosok yang sungguh luar biasa sebagai pemimpin di zaman modern ini,” kata Boris Johnson. (net)