logo radar

Xavi dan Cadiz Pemberi Harapan Palsu Barcelona

Pemain Barcelona, Sergio Busquets (kiri) dan Pierre-Emerick Aubameyang terkejut timnya kalah oleh Cadiz. (Reuters)
Pemain Barcelona, Sergio Busquets (kiri) dan Pierre-Emerick Aubameyang terkejut timnya kalah oleh Cadiz. (Reuters)

BARCELONA-RADAR BOGOR, Kedatangan Xavi Hernandez memberi begitu banyak harapan pada pencinta Barcelona. Sejak sang legenda memegang kendali tim yang ditinggalkan Ronald Koeman, Barca perlahan bangkit dan menunjukkan kehebatan mereka.

Barcelona Tersingkir di Kandang Sendiri, Musim Ini Terancam Tanpa Gelar

Dari peringkat sembilan La Liga, mereka perlahan-lahan naik dan akhirnya menjadi pesaing utama Real Madrid. Di kompetisi Eropa, meski tersisih dari Liga Champions, Xavi memberi harapan juara di Liga Europa.

Sayangnya, Xavi tak lebih hanya pemberi harapan palsu (PHP). Setelah beberapa pekan tampil begitu luar biasa dan Xavi memberi sinyal percaya diri meraih gelar, impian itu sirna di Camp Nou dalam lima hari

Barca “kehilangan” dua peluang juara sekaligus di depan mata pendukung sendiri. Setelah dipermalukan Eintracht Frankfurt di leg kedua babak delapan besar, hari ini mereka kembali ditekuk tim zona degradasi, Cadiz di La Liga.

Dengan kekalahan ini, Barca yang mengoleksi poin 60 tertinggal 15 angka di belakang Real Madrid. Secara matematis, Barca memang masih bisa meraih gelar La Liga jika Madrid bernasib sial di enam laga mereka.

Akan tetapi, itu membutuhkan keajaiban. Pasalnya, Madrid harus kalah minimal empat kali dan Barca tak boleh kehilangan satu poin pun di tujuh laga mereka. Melihat bagaimana penampilan Madrid sejauh ini, rasanya itu mustahil terjadi.

Cadiz sendiri, yang mempermalukan Barca lewat gol tunggal Lucas Perez belakangan ini memang cukup kurang ajar pada Blaugrana. Terlepas bahwa mereka berada di zona degradasi, Cadiz dua musim terakhir sangat superior atas Barca.

Dalam empat pertemuan di La Liga, mereka menang dua kali dan tanpa kalah sekali pun. Musim lalu, mereka menang 2-1 di kandang lalu bermain imbang 1-1 di Camp Nou. Sementara musim ini, sebelum menang 1-0 di Camp Nou, mereka menahan imbang Barca dengan skor 0-0 Estadio Ramón de Carranza.

Kalau merujuk sejarah pertemuan kedua klub, superioritas Cadiz atas Barca bukan hanya dua musim belakangan. Sebelumnya, mereka bahkan pernah menghajar Barca dengan skor 4-0 di liga. Itu terjadi pada musim 1990/1991 tepatnya pada laga yang berlangsung 12 Mei 1991.

“Hari ini adalah hasil yang sangat mengecewakan untuk aspirasi kami,” keluh Direktur Olahraga Barca, Jordi Cruyff di Movistar menanggapi kekalahan anak asuh Xavi.

Xavi pun tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Meski demikian, Xavi menegaskan mereka harus bisa segera move on. “Ini adalah minggu yang sangat buruk bagi kami dan kita harus mengubahnya secara dinamis secepat mungkin,” ujarnya. (fjr)

Berita Lainnya