Garap Ekspor Keju dan Yogurt, Begini Langkah Minaqu dan Kemenkop

Garap Ekspor Keju dan Yogurt, Begini Langkah Minaqu dan Kemenkop

BOGOR-RADAR BOGOR, Ekspor keju dan yogurt mulai digadang-gadang Minaqu Indonesia.

Pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) bakal mengaktivasi kembali pabrik dari Sumedang, Jawa Barat.

Asisten Deputi Pembaharuan dan Pengembangan Koperasi Kemenkop Bagus Rachman menilai PT Tanjung Sari Dairy International yang bergerak di industri keju dan yogurt di Sumedang sudah lama tidak beroperasi. Padahal, menurutnya, potensi produksi keju sebagai hilirisasi dari sumber bahan baku susu sangat besar.

Baca juga: Jangkau Blitar, Minaqu Siap Implementasikan Konsep Cluster Loops System untuk Pertanian

Pihaknya bersama Minaqu telah mengunjunginya, baru-baru ini. Sejumlah langkah strategis juga dibicarakan bersama pihak terkait untuk membangkitkan kembali peluang ekspor tersebut. Termasuk, Koperasi Produsen KSU Tandangsari sebagai penyuplai susu segarnya.

“Ada beberapa pra-kondisi yang perlu dilakukan oleh koperasi termasuk para investor yang akan mengaktivasi kembali pabrik tersebut,” tegasnya, saat dikonfirmasi Radar Bogor, Rabu (23/3).

Pertama, lanjutnya, terkait kelembagaan koperasi. Proses bisnis koperasi sebagai wadah bagi sekitar 1.883 orang anggota peternak perlu dilibatkan dalam kepemilikan pabrik tersebut. Karena selain adanya kepastian suplai susu segar dari koperasi, diversifikasi produk hasil ternak sapi perah menjadi berbagai produk turunan merupakan pengembangan usaha koperasi dari hanya sektor produsen menjadi sektor produksi atau industrialisasi.

Kedua, peningkatan nilai tambah bagi anggota. Dengan adanya pembelajaran anggota untuk berinvestasi dalam suatu proses produksi, maka pembelian susu sapi segar yang merupakan HPP (harga pokok penjualan) dari produksi pabrik tersebut dapat diterima oleh anggota dengan harga yang baik.

“Ketiga, yang terkait dengan investor, perhitungan bisnis produksi keju dan yogurt perlu dilakukan berdasarkan permintaan pasar,” sambung Bagus.

Menurutnya, para investor yang dikoordinir oleh PT Minaqu Indonesia adalah tenaga ekspert dari Belanda yang akan menerapkan teknologi pengolahan keju dengan standar kualitas mumpuni. Apalagi, negeri Kincir Angin itu sudah terkenal sebagai penghasil keju dunia. Kualitas yang akan dicapai bisa merambah pangsa pasar dunia.

Selain itu, para investor dari Belanda itu juga akan melakukan pendampingan kepada para peternak sapi melalui koperasi untuk meningkatkan produktivitas susu sapi perah. Kebutuhan produksi keju dan yogurt dalam jumlah yang cukup dan berkelanjutan dapat dicapai.

“Dengan adanya proses industrialisasi susu menjadi produk turunan keju yang mengandung 100 persen susu murni akan menjadi selling point tersendiri. Untuk anak-anak, kebutuhan nutrisi bagi pertumbuhan dan mencegah terjadinya stunting akan bermanfaat secara jangka panjang,” pungkasnya. (mam)

Berita Lainnya