Beranda Bogor Raya Wabup Minta Pemenang Tender Jangan Kasih Alasan Tidak Rasional

Wabup Minta Pemenang Tender Jangan Kasih Alasan Tidak Rasional

CIBINONG-RADAR BOGOR, Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan menegaskan, Pemkab Bogor tidak akan lagi menerima alasan tidak rasional para pemenang tender pembangunan. Hal ini sebagai upaya mempersiapkan pelaksanaan kegiatan ke depan guna meminimalisir terjadinya pembangunan mangkrak dan terbengkalai.

Baca juga: Investasi Tembus Rp 9 T, Penanaman Modal Asing Terbesar di Kabupaten Bogor

“Deteksinya harus dari awal, tidak ada lagi alasan karena akses jalan, mobilitas barang terkendala, perubahan design dan tertunda karena cuaca hujan. Pemda tidak boleh menerima alasan begitu saja dari pihak ketiga,” ungkapnya saat melakukan rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan pembangunan Tahun 2021 di Ruang Rapat Wakil Bupati, Selasa (18/1/2022).

unb universitas nusa bangsa bogor

Wabup Iwan meminta kepada para pemenang tender untuk berkoordinasi dan melihat langsung ke lokasi pembangunan sebelum pelaksanaan.

Pihaknya juga mengimbau agar membuat DED (Detail Engineering Design) secara clear and clean. Jangan sampai membuat DED namun tanah dan lokasi pembangunannya pun belum ada. Pemkab Bogor pun harus berani memasukan ke daftar hitam pihak ketiga yang memiliki kinerja buruk.

“PT-nya kita black list, kemudian SDM-nya kita identifikasi. Harus ada catatan kaki baik yang berprestasi maupun yang bermasalah. Integrasikan dengan ULP dan perangkat daerah, jangan sampai mereka menang tender lagi,” tegasnya.

Selain itu, dirinya juga meminta agar dibentuk tim Pemkab Bogor yang bertugas melancarkan pelaksanaan kegiatan pembangunan di Kabupaten Bogor. Seperti Bagian Bantuan Hukum, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) termasuk Satpol PP untuk meminimalisir gangguan-gangguan keamanan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan.

Sehingga, melalui dinas terkait fokus pada pembangunan, bukan disibukan dengan gangguan kelancaran pembangunan. Kerja kolaborasi dan sinergi dikedepankan karena super tim itu adalah tidak ada SKPD yang ego sentral.

“Kita harus bersama-sama membantu pelaksanaan kegiatan agar berjalan dengan lancar. Jika ada gangguan pada pelaksanaan kegiatan maka harus saling bantu,” tandasnya.(cok)

Editor: Rany