Beranda Metropolis Buntut Tewasnya Pengendara Motor, Sejumlah Pohon Dipangkas

Buntut Tewasnya Pengendara Motor, Sejumlah Pohon Dipangkas

BOGOR-RADAR BOGOR, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, memangkas sejumlah pohon yang berada di sejumlah jalan protokol Kota Bogor.

Kronologi Empat Warga Tamansari Tewas Usai Konsumsi Miras Oplosan!

Kegiatan pemangkasan pohon tersebut rencananya dilakukan selama dua pekan kedepan.

“Pemangkasan melihat dari pemetaan titik-titik strategis yang memang padat, dan jalan-jalan protokol dimana kondisi pohon yang disinyalir mengkhawatirkan pengguna jalan,” kata Kadisperumkim Kota Bogor, Juniarti Estiningsih di Jalan Dadali, Kota Bogor, Rabu (13/10/2021).

Penebangan pohon pada hari pertama menyasar Jalan Dadali, Pemuda dan di Jalan A Yani. Sebanyak empat tim diterjunkan untuk menangani pohon yang berada di tiga ruas jalan tersebut.

Esti menuturkan, pohon di ruas Jalan Dadali sebenarnya sudah mendapatkan penanganan oleh PT KAI, namun mereka hanya memangkas pada bagian sisi yang berdekatan dengan kabel rel kereta api.

“Disebelah sisi kiri sebenarnya sudah ditebang oleh PT KAI, tapi sebelah kanan masih begitu bergerumbul dan dikhawatirkan topangan pohon tidak kuat sehingga menimbulkan roboh di badan jalan yang akan membahayakan pengguna jalan,” katanya.

“Selama dua minggu ini kita akan menginventarisir beberapa pohon, yang apakah itu akan dilakukan pemangkasan secara toping atau secara dari samping,” katanya.

Mantan Kepala BPBD itu juga menyebut tak hanya pohon yang masuk kategori KTP merah, tetapi menyasar pohon yang berstatus kuning dan hijau.

“Pohon yang berstatus hijau pun juga kita pangkas kalau itu membahayakan, atau sudah dalam disinyalir menjadi suatu ancaman bahaya,” ucapnya.

“Apalagi pohon yang sudah ber-KTP merah itu harus kita tebang. Sudah banyak ditebang,” imbuhnya.

Upaya itu dilakukan sebagai antisipasi agar tidak terjadi korban kembali seperti yang menimpa pengendara remaja di Jalan A Yani pada Minggu (10/10/2021).

“Kita mengantisipasi hari ini supaya tidak terjadi korban lagi,” kata Mantan Camat Bogor Barat itu.

Esti juga mengatakan, kegiatan tersebut bagian dari pemeliharaan tanaman khususnya menghadapi musim penghujan.

“Jadi memang sangat rentan pohon mengalami patah, tumbang, dan sebagainya,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati, pada Disperumkim Kota Bogor Irfan Zacky mengatakan, secara umum pihaknya rutin melakukan perawatan terhadap sejumlah pohon yang berada di jalan protokol dan pusat kota.

Bahkan, pemangkasan dahan pohon hingga penebangan kerap kali dilakukan pihaknya, demi mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan terjadi. Seperti dahan pohon patah dan menimpa masyarakat.

“Kami juga melanjutkan program penelitian KTP Pohon, untuk menginventarisir kondisi pohon yang ada di Kota Bogor. Jadi kami data mana pohon yang sehat atau kategori hijau, mana pohon yang kondisinya kurang sehat,” katanya.

Bagi pohon yang berada dalam kondisi kurang sehat, biasanya pihaknya melakukan pemangkasan terhadap dahan pohon. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi beban pohon untuk menghindari peristiwa dahan patah.

“Kalau memang diperlukan, kami juga tidak segan untuk menebang pohon. Atau memotong dahan-dahan pohon yang keropos untuk mengurangi resiko dahan patah,” ujarnya.

Irfan menjelaskan, sejak dua hingga tiga bulan lalu, Disperumkim Kota Bogor telah melakukan pemeliharaan pohon secara rutin, dengan menyebar empat tim ke seluruh kawasan Kota Bogor. Terutama menjelang musim penghujan.

Pemeliharaan tersebut, dilakukan dengan cara melakukan pemangkasan, terhadap ranting-ranting pohon yang sudah terlalu rimbun. Juga dilakukan penebangan terhadap pohon yang kondisinya sudah rawan dan harus ditebang.

“Namun ada beberapa hal yang diluar perkiraan atau kendali kami. Jadi kami mohon agar masyarakat tetap selalu hati-hati, waspada apabila melintas di bawah pohon, apalagi waktu hujan dan angin besar,” pintanya.

Irfan menambahkan, tahun ini pihaknya akan menambah penelitian pohon, yang rencananya akan dilakukan bersam Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kehutanan. Juga untuk melanjutkan program KTP pohon pada 2021.

Berdasarkan data terakhir, dari puluhan ribu pohon yang ada di sejumlah jalan protokol dan hutan kota di Kota Bogor, baru 816 pohon yang sudah ber-KTP.

Dari 816 pohon tersebut, sebanyak 120 pohon berkategori merah, 23 pohon berkategori coklat, 170 pohon berkategori kuning dan 503 pohon berkategori hijau.

“Rencananya dimulai tahun depan kami akan menargetkan pendataan pohon setiap tahunnya. Pendataan akan kami lakukan di setiap lokasi dan jalan protokol,” ungkapnya.

Untuk tahun ini, rencananya pendataan pohon akan dilakukan kepada 160 pohon yang tersebar di sejumlah wilayah. “Tahun ini kami targetkan ada 160 pohon yang akan kami data. Untuk tahun depan minimal 250 pohon,” tutupnya.(ded)

Editor: Rany