Beranda Metropolis Meski Sudah Beroperasi Lagi, Pengunjung Mal Masih Sepi

Meski Sudah Beroperasi Lagi, Pengunjung Mal Masih Sepi

Pengunjung mal
Pengunjung Mal Boxies Tajur. SOFYANSYAH/RADAR BOGOR

BOGOR-RADAR BOGOR, Jumlah pengunjung mal masih relatif sepi meski sudah dua pekan dibuka. Kebijakan pembatasan usia masih jadi persoalan.

Vaksinasi Belum Maksimal, Bupati Bogor: Masuk Mall Tanpa Kartu Vaksin, Tempat Wisata Belum Boleh Buka

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dispendag) Ganjar Gunawan menyebut pengunjung maldi Kota Bogor relatif masih sepi.

pmb universitas nusa bangsa bogor

Berdasarkan catatannya, dari 15 pusat perbelanjaan, 7 diantaranya mal besar rata-rata kunjungan hanya 30 persen.

“Saya bilang pusat perbelanjaan ini masih menjerit, masih turun, belum ada peningkatan signifikan.Traffic dari normal 100 persen (di atas 10.000) sekarang 30 persen. Jadi jauh,” kata Ganjar, Jumat (17/8/2021).

Kata dia, ada dua faktor yang mempengaruhi sedikitnya pengunjung mal di Kota Bogor.

Pertama, penggunaan aplikasi sebagai syarat masuk pengunjung mal, khususnya di pusat perbelanjaan dengan sasaran menengah ke bawah.

Ganjar mengungkap, di mal dengan sasaran menengah ke bawah, masih banyak pengunjung terkendala mengakses aplikasi PeduliLindungi dengan berbagai alasan. Mulai dari jenis ponsel tidak mendukung hingga kuota paket data.

Sedangkan faktor lain yang membuat pengunjung mal masih sepi karena pembatasan usia. Khususnya, usia di bawah 12 tahun masih dilarang masuk mal.

Ganjar menilai, konsep mal itu salah satu destinasi keluarga. Sehingga ketika ada anak yang tidak pergi maka satu keluarga tidak jadi pergi.

“Kita lagi tunggu kebijakan dari Kementerian, dengar-dengar mungkin seminggu atau dua minggu ke depan anak 12 tahun sudah bisa masuk,” harapnya.

Dengan masih minimnya pengunjung mal berpengaruh pada omset tenant. Hal itu membuat pengelola mal kesulitan lantaran biaya operasional lebih tinggi ketimbang pemasukkan yang didapat.

“Memang pengelola mal bingung, tenant bingung. Pembeli nggak ada. Akhirnya mal juga banyak yang menurunkan service level, misalnya AC sebelah nggak dinyalain kan operasional, eskalator di stop dulu, karena pengunjungnya kurang,” sebut Ganjar.

Sekali lagi, pihak mal berharap ada kelonggaran terkait pembatasan anak diperbolehkan masuk pusat perbelanjaan dengan ketentuan tertentu.

Terpisah, Chief Marketing Communication (Marcomm) Mal BTM Chatarina Intan mengakui sudah ada peningkatan pengunjung mal, hanya belum mencapai maksimal.

“Masih belum maksimal, pengunjung mal per hari sekitar 3 ribuan, jauh dari kapasitas 30 ribu,” paparnya.

Kata dia, pada hari biasanya atau weekday, rata-rata pengunjung mal sebelum PPKM mencapai 10 ribu per hari, dan akhir pekan bisa mencapai 20 ribu hingga 25 ribu pengunjung mal.

Senada Ganjar, Chintan melihat, menurunnya kunjungan orang ke mal lantaran adanya pembatasan usai maksimal orang ke mal. Sedangkan, dari konsep mal merupakan tempat berkunjung keluarga, anak dan orang tua.

Communication Plaza Lippo Ekalokasari, Taufan juga mengatakan hal yang sama. Bila, kunjungan orang ke mal belum maksimal.

Ia menyebut, kunjungan terakhir baik pada masa Lebaran, hanya kembali turun ketika beberapa pekan tutup kembali.

“Kunjungan ada dari setelah penutupan, cuma tidak signifikan, seperti sebelum PPKM,” tukasnya.(ded)

Editor : Yosep