Percayakan Kembali ke Bulog, Bansos Tahap Kedua Disalurkan Pekan Depan

Bupati Bogor memeriksa stok beras di gudang Bulog, Dramaga untuk memastikan kualitas beras bantuan sosial pada warga, beberapa waktu lalu. foto :Dok.RAdar Bogor / Hendi

CIBINONG – RADAR BOGOR, Bantuan sosial (bansos) tahap kedua bakal disalurkan, pekan depan. Bulog telah mengukuhkan kerja sama untuk melanjutkan tahap sebelumnya yang sempat mandek karena didera berbagai polemik.

Pemkab Tetap Menggandeng Bulog, Bupati : Tidak Ada Keputusan Batal

Kepala Perum Bulog Sub Divre Cianjur, Rahmatulah mengakui, pembicaraan untuk kerja sama lanjutan telah dilaksanakan, Selasa (14/7/2020).

Pemkab Bogor, katanya, telah kembali memberikan kewenangan penuh kepada Bulog sebagai penyuplai bantuan  berupa beras itu. Tentu saja, dengan catatan harus lebih baik dari penyaluran sebelumnya.

“Iya, sudah dikasih kepercayaan lagi sama bupati. Kami akan segera salurkan setelah adendum perjanjian ada yang mau kita revisi, karena pergantian pimpinan kami. Kemungkinan minggu ini sudah direvisi, jadi paling lambat satu minggu setelah revisi perkanjian kita akan salurkan lagi,” terangnya kepada Radar Bogor.

Ia juga mengisyaratkan, tak ada klausul yang diubah dalam poin perjanjian itu. Mereka tetap akan menyalurkan 6.000 ton, sebagaimana yang telah disalurkan di tabap pertama. Targetnya untuk 200.000 rumah tangga miskin (RTM) di semua wilayah Kabupaten Bogor.

Hanya saja, penyaluran tahap kedua itu harus rampung dalam tempo sebulan. Rahmatulah optimis bisa menuntaskan semua penyaluran daln waktu tersebut. Alasannya, mereka telah belajar dari penyaluran tahap pertama.

“Kemarin kan kendalanya data dari Dinsos yang belum fixed per kecamatan. Makanya kita sambil nunggu. Makanya ada pembelajaran daei tahap pertama, datanya juga sudah lengkap semuanya, maka tinggal kita salurkan.

Ia pun menjamin kualitas beras dari Bulog bisa memuaskan para penerima bansos tersebut. Tak ada lagi kualitas beras yang sempat menuai polemik. Kalaupun ada, kata Rahmat lagi, pihaknya akan menyiapkan posko pengaduan agar masyarakat bisa melaporkannya.

Karung-karung dengan beras kualitas jelek akan diganti oleh Bulog. “Yang jelas ke depannya tidak jauh beda (penyalurannya) dengan 12 kecamatan terakhir,” optimisnya.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Irvan Baihaqi sempat mewanti-wanti agar ada perubahan kebijakan terhadap penyaluran bansos tahap kedua.

Itu sesuai dengan rekomendasi mereka dalam evaluasi terhadap Bulog. Apalagi jika pemkab masih nekat menggandeng Bulog dalam penyaluran ke 40 kecamatan.

“Tidak juga (penyaluran di 12 kecamatan terakhir sudah bagus). Itu adalah sepertiga dari kecamatan, sedangkan yang 28 pertamanya sudah telanjur terluka,” ungkapnya.

Ia juga sempat mengawasi sendiri penyaluran di 12 kecamatan terakhir, salah satunya Bojonggede, yang terbukti masih belum maksimal. (mam)