“Berdasarkan penilaian kinerja, ini akan lebih objektif. Menteri yang jeblok kinerjanya tinggal di-reshuffle dan yang bagus dipertahankan,” tuturnya.
Namun jika dinilai dari pandangan politis, menteri yang memiliki kinerja bagus atau tidak becus bekerja juga tak akan jadi masalah.
Sebelumnya, Direktur IPO Dedi Kurnia Syah merilis hasil survei penilaian atas kinerja para menteri Kabinet Indonesia Maju. Disebutkan, ada sejumlah menteri yang kemungkinan bakal kena reshuffle.
Di urutan pertama ada Menteri Kesehatan yang mendapat 52,4 persen suara. Selanjutnya Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah 47,5 persen dan Menteri Agama Fahrul Razy 40,8 persen.
Kemudian nama Menteri KKP Edhy Prabowo 36,1 persen, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan 33,2 persen, dan Menteri Sosial Juliari Batubara 30,6 persen.
Demikian halnya dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki 28,1 persen, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali 24,7 persen, dan Menteri BUMN Erick Thohir 18,4 persen.
Dedi menjelaskan kalau survei IPO dilakukan kepada 1.350 responden yang tersebar di 135 desa dari 30 provinsi, survei dilakukan pada periode 8-25 juni 2020.(muf/pojoksatu)