Beranda Metropolis Dituding Jadi Penyebab Kemacetan, Mall Boxies di Jalan Raya Tajur Didemo Mahasiswa

Dituding Jadi Penyebab Kemacetan, Mall Boxies di Jalan Raya Tajur Didemo Mahasiswa

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Mall Boxies di Jalan Raya Tajur, Kota Bogor, Selasa (14/1/2020).

great post to read cytotec with no prescription BOGOR-RADAR BOGOR, Belum genap sepekan dibuka, Mall Boxies di Jalan Raya Tajur, Kota Bogor, digeruduk sejumlah mahasiswa. Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Kajian Mahasiswa (Forkam) Universitas Pakuan Bogor menggelar demonstrasi di depan mall, Selasa (14/1/2020).

https://www.thecloset.ch/1736-dte35161-plattsburgh-ny-dating-sites.html Mereka mengkritik keberadaan mall yang mengakibatkan kemacetan sepanjang Jalan Raya Tajur, Kecamatan Bogor Timur. Selain itu, pendirian mall dianggap tak mengantongi izin dari pemerintah.

https://blackskyphoto.com/535-dte11228-dating-high-school-chinese-girl-xxx.html GM Mall Boxies, Jozarki Terunajaya mengakui, aksi tersebut adalah hal wajar. Pihaknya juga sudah sempat menemui perwakilan mahasiswa itu sebelum aksi turun ke jalan. Hanya saja, mereka tetap memutuskan untuk melanjutkan aksi itu dengan mendatangi langsung pusat perbelanjaan baru itu.

https://www.radarbogor.id/2020/01/13/jalan-raya-tajur-makin-macet-ini-yang-bakal-dilakukan-pemkot-bogor/

“Kami juga sudah meminta untuk bisa ketemu dengan perwakilan mereka tadi. Tetapi, tidak ada yang mau ketemu sama kita. Karena untuk beberapa persoalnnya, kami bisa membuktikan tidak sesuai dengan yang dibahasakan mereka itu. Termasuk soal izin, jelas-jelas kita sudah punya dan kemarin pembukaan secara resmi oleh Wali Kota,” terangnya, saat ditemui Radar Bogor usai demonstrasi.

Meski begitu, aksi demonstrasi itu tidak sampai berlarut-larut. Hanya berlangsung sekira sejam. Aksi tersebut juga tidak begitu mengganggu keberlangsungan pengunjung yang datang di mall itu.

Pihak manajemen mall juga tetap akan menerima dengan tangan terbuka jika ada dialog lanjutan dari aksi tersebut. “Kami belum tahu akan ada aksi atau tidak lagi. Tetapi kita tetap welcome lah kalau mau duduk bersama untuk mediasi,” pungkasnya. (mam)