Beranda Bogor Raya Retribusi Jembatan Alternatif Dihapus

Retribusi Jembatan Alternatif Dihapus

JADI SOROTAN: Retribusi yang diberlakukan para pengelola jembatan alternatif Cipamingkis kepada pengendara yang melintas, mendapat sorotan dan memberi image negatif. Itulah sebabnya pemerintah Kecamatan Jonggol meniadakan retribusi yang diterapkan warga setempat. Azis/Radar Bogor

JONGGOL–Jajaran Muspika Jonggol mengadakan pertemuan kemarin. Pertemuan yang dilaksanakan di aula Kecamatan Jonggol itu, dihadiri para pengelola jembatan alternatif Cipamingkis. Hadir pula Danyon POM AD, Mayor Cpm Sony.

Mereka membahas hasil pertemuan rapat koordinasi (rakor) daerah beberapa waktu lalu. Khususnya, perubahan status jalur Jonggol-Cariu yang dulu ditetapkan menjadi jalur alternatif, kini tak lagi dijadikan alternatif.

“Saat ini tak direkomendasikan menjadi alternatif. Berdasarkan beberapa pertimbangan,” ujar Camat Jonggol, Beben Suhendar. Faktor yang menonjol yakni akibat putusnya jembatan Cipamingkis.

Selain itu, adanya jembatan alternatif justru memberi image negatif. “Jadi, terkesan ada legalisasi pungli. Padahal, adanya jembatan alternatif ini untuk membantu masyarakat,” terangnya.

Ia menerangkan, ke depannya akan dihapus kebijakan penetapan iuran maupun pengelolaan jembatan masyarakat. Sebab, tujuan dibangunnya jembatan alternatif bukan sebagai lahan pencari rezeki. “Semua akan membuat jembatan sendiri-sendiri jika proyeksinya adalah uang,” tuturnya.

Terpisah, Kapolsek Jonggol, Kompol Agus Supriyanto menerangkan, hasil rakor untuk jalur mudik hari raya Idul Fitri 1438 H ditetapkan bahwa jalur Jonggol tidak dipakai sebagai jalur alternatif mudik.

Itu akibat putusnya jembatan Cipamingkis yang menghubungkan Jonggol dengan Cariu. Dengan putusnya Jembatan Cipamingkis, jalur alternatif diarahkan lewat Cibarusah menuju Cariu melalui jalan Rawabogo, Desa Weninggalih.

“Ada beberapa jembatan yang dibuat secara swadaya masyarakat. Namun dengan alasan keselamatan dan keamanan, pemudik tidak direkomendasikan untuk melewati jalur tersebut,” terangnya.

Selain itu, tidak ada lagi pungutan yang memaksa pengendara memilih melewati jembatan sementara. “Akan dipasang rambu-rambu petunjuk untuk pengguna jalan,” tandasnya.(azi/c)