Beranda Ekonomi Penjualan Pasar Mobil Bekas Turun hingga 50 Persen Jelang Lebaran

Penjualan Pasar Mobil Bekas Turun hingga 50 Persen Jelang Lebaran

MENURUN: Salah satu showroom di kawasan Vila Duta, Kota Bogor, menjual berbagai jenis mobil.

BOGOR–Jelang Lebaran atau hari raya besar lainnya, berbagai bidang bisnis akan merasakan pengaruhnya. Tanpa kecuali dengan penjualan mobil bekas. Nah, tahun ini sejumlah showroom mobil bekas di Bogor merasakan dampaknya. Beberapa showroom mobil bekas mengalami penu-runan penjualan, bahkan mencapai 50 persen.

Seperti yang diungkapkan owner BM Motor, Herry. Dia mengaku, dibandingkan tahun lalu, tahun ini penjualan meng-alami penurunan yang signifikan. Tahun lalu di waktu yang sama, terjual hingga 7 unit, tetapi sekarang hanya 2 unit. “Turun dratis dibandingkan tahun lalu,” kata Herry kepada Radar Bogor di kawasan Tajur, Kota Bogor.

Tidak berbeda dengan BM, Zhe-Rha motor juga merasakan hal serupa. Penjualan unit mobil jelang Lebaran tahun ini kurang baik dan cenderung sepi. Tahun lalu, Zhe-Rha masih menjual unit kisaran 5 unit. Namun, sudah mendekati Lebaran belum ada lagi penjualan.
Berbeda dengan BM dan Zhe-Rha, Maju Motor Tajur sedikit mengalami peningkatan. Hanya, jumlah peningkatannya tidak terlalu signifikan. Tahun lalu, kisaran 7 unit dan saat ini penjualan sudah 10 unit. “Bertambah, hanya tidak banyak,” kata Marketing Maju Motor, Dennis kepada Radar Bogor.

universitas ibn khaldun bogor uika

Menurut Dennis, pada H-10 atau H-7 Lebaran penjualan diprediksi semakin menurun lantaran konsumen bergeser ke rental mobil. “Faktor lainnya, selain karena ekonomi global yang belum kuat, banyak penawaran menarik dari diler-diler mobil baru,” tambahnya.
Selain itu, kata dia, Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) terus menggeber penjualan mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost green car (LCGC). Harga mobil tersebut dibanderol cukup terjangkau sehingga memengaruhi pasar mobil bekas.

Dennis pun tak menutup mata dengan hadirnya berbagai mobil LCGC di pasaran yang memberikan pengaruh cukup besar terhadap penjualan mobil bekas. Pengaruh diakui sangat terasa memasuki bulan kedua dan ketiga sejak mobil itu diluncurkan.

Tak jauh berbeda dengan Denis, pengelola bisnis mobil bekas, Tuty Aliya juga merasakan hal sama. Hadirnya mobil LCGC dan berbagai program yang diberikan diler mobil baru memengaruhi penjualan mobil bekas.

Seperti mobil murah yang saat ini beredar ada di kelas city car dan mobil keluarga. Namun, Tuty menilai, pasar mobil sedan dan city car bekas tak akan terpukul. Justru, ia berpendapat, mobil tipe MPV seperti Avanza dan Xenia yang akan terimbas. Hal itu, sebutnya, dilihat dari perbandingan harga yang sangat tipis.

Bima Auto di Jalan Raya Vila Duta, Kota Bogor pun demikian. Supervisor Bima Auto, Adi mengaku selama Ramadan baru terjual 5 unit. “Paling laris mobil Jepang jenis MPV,” ujarnya. Penjualan diakuinya menurun dibanding tahun lalu.(mer/c)