Beranda Metropolis Terminal Baranangsiang Bertahap Dikelola Pusat

Terminal Baranangsiang Bertahap Dikelola Pusat

Kondisi Terminal Baranangsiang yang tak terawat (Nelvi/Radar Bogor)

BOGOR–Menjelang arus mudik Lebaran 2017, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek kelaikan bus di Terminal Baranangsiang, Kamis (15/6).

Dalam sidak tersebut, Plt Kepala BPTJ Kemenhub Bambang Prihartono didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Rakhmawati, Kasatlantas Polresta Bogor Kota Kompol Bramastyo Priaji.

Petugas menyasar bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang sedang menunggu penumpang di jalur keberangkatan terminal. Petugas tidak hanya memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan setiap bus, melainkan juga mengecek seluruh alat kelengkapannya seperti lampu rem, lampu sein, lampu mundur, ban, pintu darurat, dan dongkrak.

universitas nusa bangsa unb

Sementara terhadap bus yang surat-suratnya lengkap dan peralatan kendaraannya tidak bermasalah, petugas langsung memasang stiker yang menyatakan bahwa bus tersebut laik jalan untuk angkutan Lebaran 2017.

Plt Kepala BPTJ Kemenhub Bambang Prihartono menga­takan, bus yang diizinkan berangkat harus memenuhi kriteria dokumen perjalanan maupun teknis kendaraannya. Pemeriksaan terhadap bus akan diintensifkan menjelang masa angkutan lebaran karena masyarakat membutuhkan angkutan yang aman dan nyaman.

Saat ditanyakan mengenai progres Terminal Baranangsiang yang akan diserahkan ke pemerintah pusat sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Terminal Tipe A, Bambang menyebut saat ini tengah dalam proses.

“Saat ini kan semua terminal tipe A akan dikelola pusat, khusus untuk Terminal Bara­nang­siang ini sudah berproses. Insyaallah, BPTJ mencoba untuk memfasilitasi prosesnya agar dipercepat, sehingga nanti pembangunan terminal ini tidak terganggu,” kata Bambang.

Wali Kota Bima Arya menambahkan, pihaknya sudah mengecek kelaikan bus dan sementara ini kondisinya dalam keadaan baik. “Kami akan cek lagi secara rutin menjelang arus mudik lebaran, dimulai dari H-7, H-5 sampai H-2,” kata Bima. Dia menyebut, tahun ini memang kecenderungan pemudik menggunakan bus menurun hingga mencapai 11,3 persen dan beralih dengan moda transportasi lain.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Bogor Rakhmawati menuturkan, pihaknya sudah menyiapkan 450 lebih armada bus. Berdasarkan prediksi, jumlah armada dibandingkan dengan jumlah pemudik yang menggunakan Terminal Baranangsiang akan kelebihan armada 10–11 persen. “Artinya armada bus dalam posisi aman,” ujarnya.(wil/c)