Beranda Olahraga Kickers Jet Lag, Lilipaly Langsung Latihan

Jet Lag, Lilipaly Langsung Latihan

Stefano Lilipally dalam bus timnas usai latihan

KARAWACI–Kekuatan skuat timnas Indonesia semakin lengkap jelang melawan Puerto Rico dalam uji coba FIFA matchday di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 13 Juni mendatang. Itu setalah gelandang SC Cambuur di kompetisi kasta kedua Belang,  Stefano Lilipaly sudah bergabung dengan Kurnia Meiga dan kawan-kawan.

Ya, pemain naturaliasi berusia 27 tahun itu sudah tiba di Jakarta setelah menjalani perjalanan panjang dari Belanda, sejak Jumat (9/6) malam. Setelah beristirahat selama 15 jam, pemain yang akrab di sapa Fano itu langsung mengikuti latihan bersama tim di lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, Banten, sore kemarin (10/6).

“Lumayan lelah juga sih. Tapi, tidak apa-apa, saya harus langsung latihan agar tidak jetleg dan bisa beradaptasi secepatnya dengan tim,” kata Fano. “Toh, sebagian besar pemain dari tim ini adalah pemain-pemain muda dan masih baru, yang saya belum pernah bermain dengan mereka,” lanjut pemain keturunan Maluku itu.
Dalam latihan yang berlangsung selama dua jam tersebut, Fano langsung setel dengan program latihan yang diberikan oleh Luis Milla. Bahkan, saat pelatih asal Spanyol itu memberikan program small games dengan bermain cepat dalam kotak penalti, Fano bisa menjalani strategi itu dengan sempurna.

universitas pakuan unpak

Fano menyebutkan bahwa dia sudah sangat siap untuk memberikan yang terbaik bagi Garuda –julukan timnas– saat uji coba melawan Puerto Rico nanti. Bahkan, dia akan berusaha untuk mencetak gol dalam laga tersebut. “Saya akan menunjukan sesuatu kalau saya bisa cetak gol, spesial untuk anakku,” papar dia.

Seperti yang diketahui, Fano memang sudah dipanggil untuk memperkuat timnas saat pertandingan uji coba melawan Kamboja, 8 Juni lalu. Namun, dia tidak bisa memenuhi panggilan tersebut lantaran istrinya, Carmen Rouwena sedang melahirkan anak pertama mereka yang diberikan nama Jack Lions. “Saya ingin mencetak gol untuk Jack,” tegasnya.

Sementara itu, Bima Sakti, asisten pelatih timnas, mengungkapkan bahwa, meski kekuatan Puerto Rico jauh lebih baik dari Kamboja, mereka berambisi untuk memenangkan pertandingan tersebut. Target tersebut, lanjut Bima, wajar adanya karena kepercayaan diri para pemain saat ini sedang bagus-bagusnya usai mengalahkan Kamboja dengan skor 2-0.

“Karena target besar kami adalah berusaha memperbaiki peringkat di rangking FIFA. Jadi, kalau menang, maka secara otomatis peringkat Indonesia akan jauh lebih baik lagi,” kata mantan pemain timnas Indonesia itu. “Kami masih memiliki banyak kelemahan, terutama di chemistry antara pemain. Tapi, kami sudah perbaiki semuanya,” tutur dia.

Dalam perkembangan yang sama, total pemain yang saat ini tergabung dalam skuat melawan Puerto Rico tersebut tinggal 20 pemain. Itu setelah Hargianto dan Nur Hardianto harus dipulangkan ke klub karena mengalami cedera. Selain mereka, Adam Alis juga dikembalikan ke Arema FC karena surat pemanggilanya ke timnas hanya untuk melawan Kamboja.

“Sampai saat ini belum ada keputusan untuk memanggil pemain lain untuk menggantikan mereka. Tapi, khusus untuk Adam Alis, pelatih Luis Milla mengatakan bahwa permainannya bagus dan besar kemungkinan akan dipanggil kembali ke timnas,” papar Bima.

Para pemain tersebut rencananya sudah bertolak ke Jogjakarta, siang ini untuk menjalani masa persiapan sebelum melawan Puerto Rico. (ben)