Beranda Berita Utama ABG Bogor Nyaris Dipresekusi

ABG Bogor Nyaris Dipresekusi

Ilustrasi presekusi di media sosial

BOGOR – Berhati-hatilah dalam bermedia sosial. Salah-salah, Anda bisa menjadi korban fitnah dan bully hingga pemerasan. Seperti yang dialami Poppy Nurhayati (17), remaja pemilik akun Facebook bernama Poppy Putri Agustin.

Beberapa hari terakhir, publik Bogor dibuat geram dengan akun Facebook Poppy Putri Agustin yang menuliskan kata-kata kotor, menghina agama, menyebarkan fitnah, kalimat kebencian, provokatif, dan menyinggung SARA. Alhasil, si empunya akun, menjadi bulan-bulan warganet dan dihujat habis-habisan. Belakangan diketahui, akun itu ternyata diretas seseorang dengan tujuan memeras korban.

Belum selesai sampai di situ. Remaja asal Leuwiliang itu juga sempat diburu organisasi massa atas status Facebook-nya yang mengumbar fitnah. Itu sebelum ormas tersebut mengetahui kebenaran bahwa akun itu telah dibajak.

universitas ibn khaldun bogor uika

Ditemui Radar Bogor di kediamannya kemarin (8/7), Poppy menjelaskan, Rabu (31/5) malam ada semacam tautan iklan masuk ke dalam beranda Facebook-nya. Iklan itu dikirim oleh akun seorang temannya yang menawarkan hadiah pulsa gratis, dengan cara mengeklik situs yang tertera dalam iklan tersebut. Karena tergiur tawaran pulsa, tanpa pikir panjang, ia mengeklik situs tersebut.

“Lalu diminta memasukkan e-mail. Setelah memasukkan e-mail, website-nya eror. Aku gak mikir aneh ketika itu, makanya aku langsung tinggal tidur. Saat subuh setelah sahur, aku mau buka Facebook ternyata akun aku sudah tidak bisa dibuka lagi,” tuturnya kepada Radar Bogor.

Setelah salat Subuh, lanjutnya, ia tidur tanpa memikirkan akun Facebook-nya yang tidak bisa diakses. Namun sekitar pukul 09.00 WIB, ia mendapat kabar dari seorang teman, akun Facebook-nya memuat status dengan kalimat provokatif dan berunsur SARA.

“Saya kaget, gak mungkin saya tulis kata-kata seperti itu. Setelah dicari tahu, ternyata akun teman saya yang mengirim iklan pulsa juga sudah di-hack. Jadi korbannya ada tiga, aku dan dua teman. Tapi, mereka tidak separah aku. Dibuat fitnah,” kata dia.

Poppy mengaku tergiur dengan pulsa gratis karena ketika melihat kolom komentar, akun-akun lain mengatakan bahwa pulsa tersebut benar terisi, dengan nominal Rp100 ribu sampai Rp1 juta. “Akhirnya aku juga jadi penasaran dan nyoba karena yakin setelah melihat komentar dari orang-orang,” akunya.

Saat ini, banyak bermunculan akun Facebook yang mengatasnamakan dirinya. Bahkan, foto profil Facebook tersebut juga menggunakan fotonya. “Padahal aku sendiri belum kepikiran untuk bikin Facebook baru,” imbuhnya.

Selain meretas akun Facebook miliknya, pelaku pun melakukan peretasan media sosial lain milik Poppy, yakni Instagram. Tak tanggung-tanggung, foto yang diunggahnya di Instagram saat kelulusan sekolah pun dijadikan foto profil di akun Facebook miliknya. “Padahal foto itu tidak aku unggah di Facebook, hanya di Instagram,” akunya.

Sifat pelaku semakin aneh dengan menuliskan status di akunnya dengan kalimat yang seakan-akan Facebook itu telah kembali lagi digunakan oleh Poppy. Padahal, status tersebut merupakan akal-akalan pelaku. “Aku tahu itu akal-akalan dia supaya kalau nanti membuat status lagi dengan kalimat provokatif dan berunsur SARA orang-orang akan mengira kalau itu aku yang buat,” paparnya.

Masih kata Poppy, pelaku sempat mengirimkan nomor pin BlackBerry Mesengger dan memerasnya. Saat itu, pelaku mengatakan jika Poppy ingin akun Facebook-nya kembali, maka ia harus mengirimkan foto pribadinya, tanpa busana. “Pelaku sempat melakukan panggilan video tapi layarnya hitam dan tidak terlihat siapa. Dia nggak ngomong apa-apa,” bebernya.

Di tempat yang sama, kakak kandung Poppy, Epon Sukmawati mengatakan, setelah apa yang dilakukan oleh pelaku dengan menulis kalimat berupa provokatif dan SARA, banyak orang mencari keberadaan adiknya tersebut. Karena saudara laki-lakinya memiliki kerabat yang merupakan anggota dari salah satu organisasi massa, ia meminta bantuannya agar dapat mengklarifikasi pemberitaan yang telah menyebar di dunia maya. “Kerabat saudara saya datang pada Sabtu (3/6) malam untuk mendengarkan klarifikasi dari keluarga kami terkait akun Poppy. Kalau tidak ada klarifikasi, aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya,” katanya sambil menahan tangis.

Keluarga Poppy pun telah membuat laporan kepolisian pada Rabu (7/6) siang untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan menimpa adiknya. “Saya mohon kepada siapa pun bahwa akun Facebook adik saya telah diretas orang yang tidak bertanggung jawab. Apa pun yang ditulis di akun tersebut, itu bukan adik saya,” ujarnya sambil menangis.(rp2/d)