25 radar bogor

Kartu Prakerja Dapat Perhatian Besar, Menko Airlangga : Diteruskan Tahun Depan

program Kartu Prakerja
penyaluran KUR dari Bank BNI kepada debitur yang merupakan alumni Program Kartu Prakerja.

YOGYAKARTA-RADAR BOGOR, Program Kartu Prakerja telah mendapatkan perhatian besar dari masyarakat di masa pandemi ini.

Menko Airlangga Dampingi Wakil Presiden Tinjau Sentra Vaksinasi  di Semarang

Antusiasme masyarakat terlihat dari 75 juta orang yang mendaftar sejak pertama kali program  kartu prakerja ini diluncurkan pada tahun 2020 lalu.

Melalui Program Kartu Prakerja, Pemerintah telah  menyalurkan insentif sebesar Rp13,36 triliun rupiah pada tahun 2020 dan untuk tahun ini sebesar Rp9,42 triliun juga telah disalurkan sebagaimana tercatat per Oktober 2021.

Program Kartu Prakerja inklusif menjangkau peserta di 514 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia  dan jumlah penerima setiap provinsi mayoritas mengalami peningkatan.

Dalam setiap kesempatan kunjungan kerja, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga  bertemu langsung dengan para penerima Program Kartu Prakerja untuk mendengarkan suka dan  duka para alumni Program Kartu Prakerja serta berdialog mengenai manfaat yang telah diterima  setelah mendapatkan pelatihan dan insentif dari program tersebut.

Memulai serangkaian agenda dalam kunjungan kerjanya di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta  pada Jumat (8/10), Menko Airlangga juga bertemu muka dan berbincang langsung dengan para  alumni Program Kartu Prakerja di kawasan kuliner Karangmloko, Yogyakarta.

Pertemuan yang  diselenggarakan dengan konsep back to nature di area terbuka tersebut berlangsung dalam  suasana yang hangat dan santai. Setibanya di lokasi acara, Menko Airlangga memberi contoh  dan mengajak seluruh yang hadir untuk selalu menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai  masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

Sebagai informasi, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu provinsi yang memiliki jumlah penerima Program Kartu Prakerja yang meningkat dari tahun 2020 ke 2021 dan  berdasarkan jumlah penerima, berada di posisi ke-16 nasional.

Dari gelombang 1 hingga 21, total penerima Program Kartu Prakerja di Provinsi Daerah Istimewa  Yogyakarta sebanyak 258.176 penerima. Secara rinci, jumlah penerima Program Kartu Prakerja  di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2020 terdapat  98.619 penerima dan tahun pada 2021 terdapat 149.557 penerima.

“Saya sangat mengapresiasi para alumni Program Kartu Prakerja yang ulet dan tetap bersemangat mengembangkan kemampuannya di masa pandemi dengan memanfaatkan program yang diinisiasi Pemerintah dan melihat ini sebagai peluang,” ujar Menko Airlangga.

Lima Kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki jumlah penerima tertinggi  adalah Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo. Sebanyak 55% penerima merupakan lulusan SMA/SMK dan dari segi  usia, sebanyak 30% penerima berada pada usia 26 hingga 35 tahun.

Keberhasilan Program Kartu Prakerja sangat bergantung kepada bagaimana penerimanya memanfaatkan pelatihan yang ada. Menko Airlangga mengajak seluruh penerima Kartu Prakerja  agar menggunakan kesempatan ini untuk skilling, upskilling, dan reskilling.

Dalam diskusi santai  tersebut, para alumni yang hadir berasal dari berbagai bidang mulai dari pemandu wisata, staf  Tata Usaha di sebuah sekolah, pengajar lepas secara online, pekerja lepas pada sektor industri  kreatif, karyawan perusahaan fintech, kuliner dan pemasaran digital.

Para alumni Program Kartu Prakerja di Yogyakarta ini membuktikan bahwa sertifikat dan manfaat  yang didapat dari Program Kartu Prakerja tidak hanya bisa digunakan untuk berwirausaha tetapi  juga bisa mendukung karir bagi mereka yang bekerja sebagai staf atau karyawan.

Pada  kesempatan tersebut juga dilakukan penyaluran KUR dari Bank BNI kepada debitur yang merupakan alumni Program Kartu Prakerja.  “Program Kartu Prakerja ini akan diteruskan tahun depan,” ungkap Menko Airlangga.

Bersamaan dengan HUT Kota Yogyakarta ke-265 pada 7 Oktober 2021, Menko Airlangga hadir dengan harapan tema peringatan HUT Yogyakarta tahun ini yaitu Tanggap, Tanggon dan Tuwuh  dapat menjadi prinsip yang diterapkan masyarakat Kota Yogyakarta dalam menghadapi masa  pandemi.

Ini dapat menjadi momentum bagi masyarakat Kota Yogyakarta untuk terus  beradaptasi, kokoh dan terus berkembang menghadapi masa pandemi dan bisa kembali  menguatkan ekonomi daerah, khususnya melalui sektor pariwisata, agar segera pulih seiring dengan pandemi yang mulai terkendali.

“Dalam Program Kartu Prakerja juga ada beberapa pelatihan yang bisa mendukung sector wisata, misalnya Bahasa Inggris yang mana pelatihan ini bisa diambil untuk meningkatkan kemampuan berbahasa para pemandu wisata. Pemerintah juga akan kembali membuka pelabuhan internasional di Bali dan Kepulauan Riau. Ada juga beberapa event besar internasional setelah PON yang akan diselenggarakan di Indonesia dan sudah disiapkan peraturannya dan tetap menjaga protokol kesehatan. Sehingga dengan dorongan ini, sector pariwisata bisa di jumpstart,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPR RI, Sekretaris Kementerian Koordinator  Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, dan Vice President Hubungan Kelembagaan BNI. (ltg/fsr)