
BOGOR-RADAR BOGOR, Dunia sedang mengalami kesulitan ekonomi dan perdagangan yang di sebabkan oleh pandemi Covid 19, yang menyebabkan di tutupnya jalur-jalur lalu lintas perdagangan Internasional dan pelabuhan-pelabuhan besar dunia.
Banyak negara yang memberlakukan larangan barang masuk maupun keluar untuk mencegah meluasnya dampak covid 19. Saat Covid-19 melanda, banyak perusahaan, pabrik, industri menengah dan UMKM serta pengusaha kecil yang secara perlahan mati bahkan tutup total akibat dampak pandemic ini.
Merumahkan karyawan, PHK dan reorganisasi usaha menyebabkan dampak terhadap karyawan yang tidak dapat terhindarkan. Gelombang resesi mulai terasa mengancam segala lini usaha dan industri di Indonesia.
Namun, diantara mereka yang memilih untuk menutup usahanya, Mahaquinn Energi Indonesia memilih caranya sendiri untuk berjuang bersama team yang semakin solid dalam berjuang melawan covid 19 dan gejolak ekonomi yang massive dan situasi yang tidak menentu ini.
Ditengah pandemic yang berkepanjangan, Mahaquinn yang merupakan anak usaha dari PT Salak Bisnis International tetap berjuang menggenjot nilai export bio energy atau yang lebih terkenal dengan sebutan energy terbarukan.
CEO Mahaquinn Energy Indonesia dan Direktur PT. Salak Bisnis Internasional Bogor, ED Boediarjo dan Agus Prihanto memberikan keterangan bahwa Mahaquinn tetap berjuang dan berusaha agar tetap memajukan export sehingga Indonesia tetap memperoleh devisa dan yang lebih spesifik lagi, melalui export ini, Mahaquinn turut berperan aktif membantu para pengrajin/petani arang di desa desa sebagi penyedia bahan baku untuk mendapatkan penghasilan dan meingkatkan kesejahteraan.
“Kami tetap bekerja dengan memperhatikan protocol Covid 19 (sarung tangan, masker tetap di gunakan) dan menjaga social distancing ketika kami harus memproduksi arang dan briket. Kami bersyukur hingga saat ini dapat tetap semangat berkarya ditengah badai yang luar biasa ini,” pungkas ED.
Dalam satu bulan, Mahaquinn dapat mengexport setidaknya 8 container arang tempurung dan briket arang tempurung ke berbagai Negara tujuan diantaranya Australia, Turki dan Cina.
Jika di setarakan nilai kuantiti yang di eksport oleh Mahaquinn sekitar 200 ton per bulan. Jumlah ini merupakan jumlah yang sedikit di bandingkan nilai export Mahaquinn Energi Indonesia dalam kondisi normal.
Namun setidaknya, bagi Mahaquinn hal ini adalah langkah yang besar untuk dapat memberikan kontribusi yang positif bagi Indonesia, memotivasi seluruh pelaku usaha dan bisnis Indonesia dimanapun berada serta berperan aktif menyumbangkan devisa bagi Negara tercinta dengan tetap memperhatikan anjuran pemerintah dalam mengantisipasi Covid-19.(*)