25 radar bogor

Ini Penjelasan Pengamat Soal Suara Pasangan Capres dan Cawapres Nomor 1 dan 3 Anjlok di Desa Cileuksa Bogor

Pemilu 2024
Pengamat politik, Yusfitriadi memberikan keterangan pada Awak Media pasca Pemilu 2024 di Sekretariat LS Vinus, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Rabu (20/3/2024). Foto : Radar Bogor / Hendi Novian

CIBINONG-RADAR BOGOR, Desa Cileuksa Sukajaya Kabupaten Bogor menjadi sorotan di sidang PHPU (Perselisihan Hasil Pemilihan Umum) di Mahkamah Konstitusi. Hal ini karena MK memerintahkan KPU untuk membuka formulir C hasil suara pemilu 2024 di desa tersebut.

Alasannya, karena suara pasangan capres-cawapres nomor urut 1 Anies-Muhaimin (Amin), dan nomor urut 3 Ganjar-Mahfud di Desa Cileuksa disebut kosong, atau tidak mendapat suara satupun. Hasil ini oleh kubu Amin diklaim sebagai bagian dari kecurangan Pemilu.

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Yusfitriadi mengatakan walau sepintas, terlihat mencurigakan. Namun jika melihat pemilu 2014 dan 2019, fenomena serupa di Desa Cileuksa juga terjadi dan tidak ditemukan pelanggaran apapun.

“Pada Pemilu 2014 pasangan Prabowo-Hatta di Desa Cileuksa memperoleh suara 100 persen, begitupun pada Pemilu 2019 pasangan calon Jokowi-ma’ruf Amin juga di desa cileuksa memoeroleh 100 persen suara,” katanya.

Baca juga: Ketua DPRD Minta Bulan Ramadan Dijadikan Ajang Rekonsiliasi Pasca Pemilu 2024

Tak hanya di suara Pilpres, Pileg juga terjadi hal serupa. Setiap pemilu, Partai Golkar di sana selalu mendominasi suara secara signifikan.

Yus sendiri menilai, ada faktor ketokohan dalam fenomena ini. Sebab ada sosok politisi senior yang mengakar di desa tersebut, yaitu Ade Ruhendi atau sering dipanggil Jaro Ade.

“Ia memulai karier politiknya dari kepala desa Cileuksa sampai menduduki jabatan tertinggi di partai golkar Kabupaten Bogor dan mengantarkannya menduduki kursi ketua DPRD Kabupaten bogor,” sebutnya.

Hingga saat ini pun Jaro Ade selalu merawat komunikasi dengan masyarakat Cileuksa. Sehingga jika melihat perjalanan dan pengalaman tersebut sangat wajar jika partai politik dan capres-cawapres yang didukung Jaro Ade berhasil menyapu bersih suara.

“Dan bahkan idak menyisakanya untuk kontestan lainnya di desa tersebut,” jelasnya.

Namun demikian, menurutnya, hal tersebut tetap harus dibuktikan di persidangan MK. Agar diketahui apakah terjadi kecurangan atau tidak di Desa Cileuksa.

“Apakah benar tidak memperoleh suara di Desa Cileuksa, atau hanya sekedar mendramatisir situasi?” ujarnya. (rp1)

Penulis: Fikri
Editor: Rany Puspitasari