25 radar bogor

Pimpinan Yayasan Fajar Hidayah Hadiri Rilis Kurikulum Merdeka

Fajar Hidayah
Ketua Umum Yayasan Fajar Hidayah, Mirdas Eka Yora (ketiga dari kiri) saat menghadiri peluncuran Kurikulum Merdeka di Aula Kemendikbud Jakarta.

SENTUL-RADAR BOGOR, Pimpinan Yayasan Fajar Hidayah Mirdas Eka Yora ikut menghadiri undangan peluncuran Kurikulum Merdeka di gedung Aula Kemendikbudristek, belum lama ini.

Baca Juga ;Sekolah Fajar Hidayah Gelar Charity Concert for Palestina

Menteri Nadiem Makarim dalam acara tersebut, mengatakan bahwa hal yang esensial dalam Kurikulum Merdeka adalah bagaimana menjadikan proses pembelajaran menyenangkan.

Di samping, ada tiga hal utama yang menonjol dalam Kurikulum Merdeka. Pertama Fokus pada muatan Esensial, sehingga kurikulum wajib dikurangi dan memberi waktu lebih pada pembelajaran yang mendalam, bermakna dan berdiferensiasi.

Kurikulum harus lebih disederhanakan sehingga beban administrasi bisa dikurangi dan fokus guru lebih banyak pada kualitas proses pembelajaran.

Kedua bersifat Fleksibilitas dan Kontekstual, yaitu pembelajaran bisa disesuaikan dengan konteks karakteristik sekolah serta murid Sesuai dengan konteka sosial dan budaya setempat.

Ketiga Pengembangan Karakter , yaitu pengembangan kompetensi spiritual , moral, sosial dan emosional dengan tidak hanya berpedoman pada materi pembelajaran tapi juga melalui projek penguatan profil pelajar pancasila P5.

Salah satu hal menarik dalam rilis kurikulum merdeka adalah ditampilkannya beberapa sekolah menyajikan praktek baik yang telah dilakukan. Perwakilan sekolah SDLB Cicendo Bandung , TK Jogya, Sulawesi, Batam,Meranti Riau.

Ternyata dengan kurikulum merdeka tersebut, kata Nadiem, membuat anak- anak tambah antusias karena projek yang mereka kerjakan bisa dinikmati bukan hanya mereka bahkan tembus sampai anak-anak PAUD, SD, SMP, dan SMA.

Nadiem juga menekankan bahwa tujuan utama dari kurikulum merdeka adalah membuat anak senang belajar. Menjadikan mereka pembelajar sepanjang hayat bukan hanya untuk menjawab ujian. Lalu memudahkan guru menggunakan berbagai macam tool dan alat.

Adapun tiga tema utama dalam Kurikulum Merdeka di antaranya, target minimum wajib dikurangi sehingga guru lebih fokus pada pembelajaran.

Kedua adalah Fleksibilitas dan Kontekstual, ini bukan kurikulum yang hanya pintar bahkan dengan Kurikulum Merdeka yang mampu menyerap berbagI kemampuan anak dan mengejar ketertinggalan.

Ketiga Pendidikan Holistik , pembelajaran adalah sebuah proses yang kaya yang membangkitkan aneka potensi anak seperti dengan melalui projek.

“Kurikulum merdeka sudah diterapkan selama tiga tahun di 300.000 sekolah lebih bahkan sebagian dengan sukarela. Tadi kelihatan hal menonjol bagaimana anak-anak diajak urun rembuk menentukan projek yang akan dibuat,” jelasnya.

Masa transisi akan dilakukn dalam tiga tahun ke depan. Kata Nadiem, tidak perlu ada kekuatiran dalam pelaksanaannya. Sekolah-sekolah yang masih memakai K13 masih biaa memakai K13 sampai 2027, tapi bagi yang sudah untuk menerapkannya. Dalam melahirkan Kurikulum Merdeka melibatkan puluha organisasi baik masional bahkan internasional.

Berbagai naskah akademik juga disiapkan dan bisa diakses bagi yang ingin membaca. Implementasi Kurikulum Merdeka selama tertinggal dan bukan tertinggal lompatan Literasi terjadi dengan sangat signifikan. Artinya sekolah- sekolah yang tingkat literasi masih rendah sangat membutuhkan kurikulum merdeka.

Baca Juga ; Fajar Hidayah Canangkan Lingkungan Hijau dengan ‘Plastic Challenge’

“Penerapan kurikulum merdeka dilakukan dengan bertahap. Pertama pendaftaran dan berikutnya memahami. Pemda diharapkan aktif untuk mengumpulkan sekolah-sekolah buat saling belajar dan meniru serta berdiskusi terkait penerapan Kurikulum Merdeka,” tandas Nadiem. (*rp1)

Editor : Yosep