25 radar bogor

Bima Arya Minta Kota Bogor Tak Mundur Soal Toleransi, Harus Sejajar dengan Singkawang

Perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor yang diselenggarakan di

BOGOR-RADAR BOGOR, Posisi Kota Bogor yang kini menjadi salah satu wilayah dengan toleransi terbaik di Indonesia, merupakan buah dari perjuangan panjang.

Oleh karena itu, prestasi Kota Bogor ini diminta tidak mengendur, bahkan dituntut untuk terus naik.

Hal itu disampaikan Wali Kota Bogor Bima Arya saat dirinya menjadi pembicara, dalam helaran Cap Go Meh ala Pulo Geulis, yang diselenggarakan oleh Jabar Bergerak pada Kamis (29/2/2024).

Bima mengatakan, posisi Kota Bogor sebagai salah satu wilayah paling toleransi tidak boleh mundur.

Karena perjalanan keras telah dilakukan masyarakat dan pemerintah secara bersama-sama untuk melepaskan cap intoleran yang disandingkan pada Kota Bogor di tahun 2016 silam.

“Ketika tahun 2016 dicap sebagai kota intoleran tidak ada yang ikhlas. Karena seluruh leluhur kita mencontohkan kebersamaan dalam keberagaman. Tapi itu fakta karena saat itu ada kelompok intoleran dan ada praktek yang intoleran. Makanya kami selesaikan bersama-sama,” terangnya.

Sedikit demi sedikit posisi Bogor sebagai kota toleran pun perlahan merangkak naik. Dari posisi terbawah hingga terkini berada di posisi ke-12 terbaik.

Baca juga: Kadin Kota Bogor Dorong Almer Faiq Maju Jadi Ketua Jabar, Bima Arya: Modalnya Sudah Ada

“Ke depan tantangan tidak mudah. Tidak ada titik balik ke belakang, harus maju. Saya titip berikutnya Kota Bogor jadi nomor 2, lalu menjadi nomor 1. Sejajar dengan Singkawang,” tegasnya.

Salah satu bentuk keberagaman itu diucapkan Bima tampak pada kemeriahan penyelenggaraan Cap Go Meh yang bukan saja melibatkan dan ditonton etnis Tionghoa namun juga oleh seluruh masyarakat.

Bima memandang Cap Go Meh sebagai sebuah hiburan, kepahlawanan, karakter, inspirasi, dan perjuangan. Sebab melibatkan banyak pihak yang saling bahu membahu melahirkan sajian yang luar biasa.

“Festival ini diujung saja. Menuju festival itu ada edukasi, disemninasi nilai nilai yang tidak banyak diketahui orang,” ucap Wali Kota Bogor itu.

Untuk menjaga hal itu, dirinya bahkan mengatakan akan memasukan toleransi ke dalam kurikulum pendidikan di Kota Bogor. Toleransi akan diusulkan masuk ke dalam muatan lokal bagi siswa SD-SMA. (Fat)

Penulis: Reka Faturachman
Editor: Rany Puspitasari