25 radar bogor

Pengaruh Media Sosial terhadap Komunikasi dan Identitas Budaya Suku Baduy

Ilustrasi Suku Baduy
Ilustrasi Suku Baduy

RADAR BOGOR-Saat ini perubahan sosial terjadi secara signifikan di berbagai wilayah Indonesia yang di mana merupakan dampak dari modernisasi. Modernisasi tentunya juga dirasakan oleh masyarakat, salah satunya suku baduy.

Baca Juga : Kasih Masukan Soal Agromaritim dari Bogor, HA IPB: Sebagai Pondasi Kebijakan Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

Suku Baduy atau biasa disebut dengan Suku Kanekes merupakan suku yang tinggal di daerah pedalaman Banten, Indonesia. Mereka dikenal dengan gaya hidup yang sangat konservatif dan memiliki keunikan ciri khas tersendiri.

Suku Baduy terbagi menjadi dua kelompok utama yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Baduy Dalam terdiri dari tiga desa kecil yang sangat terisolasi dari dunia luar dan hanya sedikit melakukan kontak dengan masyarakat di luar komunitas mereka.

Di sisi lain, Baduy Luar memiliki interaksi yang lebih terbuka dengan dunia luar dan mempertahankan hubungan perdagangan serta pertanian dengan masyarakat di sekitarnya.

Berdasarkan pengaruh modernisasi terhadap perubahan sosial yang terjadi di suku Baduy, perubahan yang terjadi merupakan salah satu dari perubahan yang tidak direncanakan serta terjangkau masyarakat.

Hal ini dikarenakan masyarakat di suku Baduy mengalami proses perubahan dari kondisi tradisional ke masyarakat yang lebih maju (modern) atau masa kini dengan memanfaatkan arus globalisasi. Sosial media telah membuka pintu untuk komunikasi global yang lebih mudah dan cepat.

Meskipun Baduy Dalam menjaga isolasi mereka, beberapa anggota muda dari Baduy Luar telah mulai menggunakan platform media sosial dengan memanfaatkan teknologi modern untuk berbagi cerita tentang kehidupan mereka, memperkenalkan budaya mereka kepada orang-orang di luar komunitas mereka, dan bahkan menghubungi keluarga atau teman yang telah pindah ke kota-kota besar.

Namun, penggunaan sosial media ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana mempertahankan batasan antara kehidupan tradisional dan pengaruh luar yang mungkin merusak nilai-nilai dan identitas budaya mereka. Apakah penggunaan media sosial membawa dampak positif atau negatif terhadap komunikasi internal dan eksternal suku Baduy?

Identitas budaya suku Baduy sangat erat terkait dengan kehidupan tradisional mereka. Mereka mempertahankan adat-istiadat seperti memakai pakaian khas, mengikuti aturan-aturan agama tradisional, dan hidup secara sederhana. Namun, dengan masuknya media sosial, tantangan baru muncul dalam mempertahankan identitas budaya mereka.

Salah satu pengaruh utama media sosial pada masyarakat Baduy adalah dalam hal akses informasi. Sebagai masyarakat yang hidup di daerah terpencil, media sosial memberikan akses kepada mereka untuk informasi tentang dunia luar yang sebelumnya sulit mereka dapatkan.

Mereka dapat mempelajari tentang perkembangan terbaru, berita global, dan tren budaya dari berbagai belahan dunia. Namun, ada juga dampak negatifnya. Ketergantungan pada media sosial dapat mengalihkan perhatian mereka dari kehidupan tradisional mereka.

Ketika lebih banyak waktu dihabiskan di depan layar gadget, interaksi sosial langsung mereka dengan keluarga dan tetangga bisa berkurang. Ini dapat memengaruhi keberlanjutan budaya mereka yang sangat bergantung pada komunitas dan interaksi langsung.

Selain itu, pengaruh media sosial juga dapat memengaruhi bahasa dan budaya masyarakat Baduy. Mereka mungkin mulai mengadopsi kosakata baru atau gaya bahasa yang mereka lihat di media sosial.

Selain itu, tren budaya dari luar dapat mempengaruhi cara mereka berpakaian, menyanyi, atau berperilaku, yang pada gilirannya dapat mengubah identitas budaya mereka.

Penggunaan media sosial oleh anggota muda suku Baduy dapat memengaruhi cara mereka memandang dan memahami identitas budaya mereka sendiri.

Di satu sisi, media sosial dapat menjadi alat untuk mempromosikan dan memperkuat identitas budaya mereka dengan membagikan informasi tentang tradisi, adat, dan kehidupan sehari-hari suku Baduy kepada dunia luar.

Namun, di sisi lain, eksposur terhadap budaya luar melalui media sosial juga dapat menggoda anggota muda untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih modern dan meninggalkan tradisi nenek moyang mereka.

Penyesuaian diri dalam bentuk adaptasi teknologi oleh masyarakat Baduy Luar berjalan dengan mengedepankan keseimbangan antara penggunaan media sosial dengan aturan adat dan anjuran dari pemuka adat Baduy Luar (kokolot), agar media sosial tidak disalahgunakan.

Adanya kelonggaran atas arahan kokolot tersebut menunjukkan sebuah bentuk kepemimpinan yang transformasional oleh pemuka adat sebagai orang yang dihormati, memberikan stimulus positif kepada masyarakat Baduy Luar secara umum dalam berinovasi budaya belajar dan perilaku melalui penggunaan media sosial. (Griffin & Morhead, 2014:90) juga menyebut inovasi budaya belajar dan secara langsung memiliki kekuatan untuk menumbuhkan motivasi belajar sebagai power dalam berperilaku dengan cara tertentu.

Pengaruh sosial media terhadap komunikasi dan identitas budaya suku Baduy memiliki tantangan dan peluang yang kompleks. Tantangan utamanya adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara mempertahankan nilai-nilai dan tradisi mereka sambil tetap terbuka terhadap pengaruh luar.

Hal ini membutuhkan pendekatan yang hati-hati dalam penggunaan media sosial dan pembinaan identitas budaya yang kuat di antara anggota muda suku Baduy. Di sisi lain, media sosial juga membawa peluang untuk memperluas jangkauan dan pemahaman tentang identitas budaya suku Baduy.

Dengan memanfaatkan platform sosial media dengan bijaksana, suku Baduy dapat memperkenalkan kebudayaan mereka kepada dunia luar, membangun jejaring dengan komunitas lain, dan mempromosikan keberlanjutan budaya mereka di tengah perubahan zaman.

Pengaruh media sosial terhadap komunikasi dan identitas budaya suku Baduy merupakan fenomena yang kompleks. Meskipun membawa tantangan baru dalam menjaga tradisi dan identitas budaya mereka, media sosial juga membawa peluang untuk memperluas jangkauan dan pemahaman tentang kehidupan suku Baduy.

Baca Juga : Truk Sampah DLH Kabupaten Bogor Tabrak Motor di Depan Kampus IPB University Dramaga

Penting bagi anggota suku Baduy untuk memanfaatkan teknologi modern ini dengan bijaksana, menjaga keseimbangan antara nilai-nilai tradisional dan pengaruh luar, serta memastikan keberlanjutan identitas budaya mereka di era digital yang terus berubah. (*)

Penulis : Novi Karyanti
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University

Editor : Yosep