25 radar bogor

Harga Beras Mahal, Pabrik Penggilingan di Bogor Berhenti Beroperasi

Penggilingan
Pemilik pabrik penggilingan beras di wilayah Cileungsi tengah memeriksa karung gabah yang nanti akan digiling menjadi beras, saat ini mereka pun terdampak akibat belum panen dan harga beras cukup tinggi, Rabu (28/2/2024). JAENAL/RADAR BOGOR

CILEUNGSI – RADAR BOGOR, Ditengah mahalnya harga beras saat ini, sejumlah pabrik penggilingan milik warga berhenti beroperasi lantaran tidak adanya suplai gabah dari petani, salah satunya di wilayah Kecamatan Cileungsi.

Baca Juga : Lindungi Pelaku UMKM, BPJS Ketenagakerjaan Bogor Cileungsi Jalin Kerjasama Dengan PT LKM

Selain karena belum memasuki musim panen di wilayah itu, harga gabah dari petani luar daerah juga terbilang sangat mahal.

Satu kwintal gabah saat ini harganya mencapai Rp1 juta dari harga Rp400 ribu saat normal. Kalaupun ada gabah dari petani yang masuk ke penggilingan, biasanya tidak untuk dijual, tapi hanya untuk dikonsumsi. 

“Kalau beli padi off dulu cuma melayani yang dari petani karena tidak ada yang masuk. Ga ada panen sudah 4 bulan ini yang terpanjang pacekliknya,” ungkap pemilik penggilingan padi di wilayah Desa Cipeucang Kecamatan Cileungsi, Ajum kepada wartawan, Rabu (28/2/2024).

Bahkan, dirinya sudah 17 tahun tapi baru kali ini susah banget. Biasanya normal aja bahkan penuh stoknya di gudang.

Tidak hanya soal keterlambatan masa panen petani yang membuat stok gabah menipis hingga berpengaruh pada harga beras saat ini.

Namun, menurut petani banyaknya lahan pertanian yang berubah fungsi menjadi perumahan semakin memperburuk keadaan.

“Ini udah hampir gak beroperasi karena gak ada padi masuk, cuman nangani yang dari petani aja sekarung dua karung kita giling,” keluhnya.

Baca Juga : Pengoplos Gas Elpiji di Cileungsi Bogor Digerebek, Camat Minta Kades Selektif

Menurut Ajum, sekalinya ada barang gabah mahal sekali dan tidak terjangkau sama petani, harganya pun diatas Rp800 ribu yang bagus Rp850 ribu perkwintal itu harganya.

“Kalo harga bahan segitu gak kita ngejual juga minus, jadi kita gak berani banyak ngambilnya,” ungkapnya. (abi)

Reporter : Jaenal Abidin
Editor : Yosep