25 radar bogor

Solek Terminal Baranangsiang Bogor Lewat Program Padat Karya, BPTJ Libatkan 100 Warga Sekitar

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mulai mempersolek Terminal Baranangsiang Kota Bogor lewat program padat karya pada Senin (26/2/2024). Fatur/Radar Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mulai mempersolek Terminal Baranangsiang Kota Bogor lewat program padat karya pada Senin (26/2/2024).

Plt Kepala BPTJ Suharto menjelaskan, program padat karya yang diselenggarakan meliputi pengecatan sejumlah area Terminal Baranangsiang, pembersihan lingkungan, dan perbaikan sejumlah fasilitas dan saluran air.

Kegiatan padat karya tahap pertama di Terminal Baranangsiang ini akan berlangsung selama 5 hari hingga tanggal 1 Maret 2024. Kegiatan ini melibatkan 100 orang pekerja yang merupakan masyarakat sekitar.

Ia menyebut, pelibatan masyarakat di sekitar lingkungan Terminal Tipe A Baranangsiang ini, bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

Baca juga: Libur Nataru, Penumpang di Terminal Baranangsiang Melonjak 60 Persen

“Program padat karya ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pemberdayaan masyarakat, memupuk rasa kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi masyarakat, dengan berbasis pendekatan pemberdayaan masyarakat, membangkitkan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat, serta menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.

Ia berharap, kegiatan ini dapat mengedukasi masyarakat untuk membangun pola hidup produktif sekaligus menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sehingga dapat meningkatkan pelayanan kualitas pelayanan di Terminal Baranangsiang.

Anggota Komisi V DPR Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz yang turut hadir pada acara tersebut, mengapresiasi dan mendukung program padat karya ini.

Menurutnya, kegiatan di Terminal Baranangsiang itu, bisa mendukung perekonomian warga pasca pandemi.

“Program ini sangat bagus dan layak untuk dipertahankan karena mendukung perekonomian warga sekitar. Apalagi dalam situasi pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 ini dimana banyak orang terpaksa harus dirumahkan dan juga menurunnya daya beli masyarakat,” ujar dia. (fat)

Penulis: Reka Faturachman
Editor: Rany Puspitasari