25 radar bogor

Kasih Masukan Soal Agromaritim dari Bogor, HA IPB: Sebagai Pondasi Kebijakan Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

BOGOR-RADAR BOGOR, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himpunan Alumni (HA) Institut Pertanian Bogor (IPB) University kembali menggelar Agromaritim Outlook 2024, pada Selasa (27/2/2024).

Adapun, pembahasan Agromaritim Outlook 2024 di IPB International Convention Center (ICC), Kota Bogor ini sebagai rujukan bahan masukan yang akan di sampaikan kepada pemerintah dan presiden terpilih peride 2024-2029, nantinya.

Ketua Umum HA IPB, Walneg S. Jas mengatakan, kegiatan Rakernas III HA IPB yang diselenggarakan ini merupakan tahun ketiga di bawah kepengurusanya, di mana saat ini membawa isu terkait Agromaritim.

“Jadi dengan IPB, DPD, dewan pengurus komisariat. Kita ingin memperkuat program-program legacy. Kita udah banyak sekali program legacy, program yang setiap tahun kita lakukan,” kata Walneg S. Jas.

“Tahun ini kita ingin memperkuat itu (Agromaritim), sambil kita mencari peluang koordinasi yang lain,” sambung dia.

Menurut dia, pembahasan terkait Agromaritim ini sangat penting di mana saat ini merupakan tahun politik yang merupakan momentum untuk melakukan serial agromaritim.

Baca juga: Apresiasi Alumni Berprestasi, HA IPB Berikan 15 Kategori Penghargaan Bergengsi

“Ini momentum penting, karena kami sudah melakukan serial. Mulai dari peluncuran buku Kedaulatan Agromaritim, diseminasi ke berbagai tempat baik tv, media, radio, termasuk seminar-seminar ini,” ucap Walneg.

Selain itu, HA IPB menggelar Rakernas III bertema Akselerasi Kedaulatan Agromaritim dari Berbagai Daerah di Nusantara. Sambil memperkuat program-program turunan atau legacy.

Walneg sendiri menyampaikan, usai outlook dan rakernas ini HA IPB akan beraudiensi atau menyerahkan hasilnya kepada Pemerintah.

Dalam hal ini ialah Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai dapur untuk kebijakan program pembangunan, serta presiden terpilih.

“Beberapa waktu ke depan kita akan audiensi ke Bappenas, dan ke presiden terpilih. Tolong agromaritim ini dipakai sebagai salah satu pondasi untuk kebijakan pembangunan ke depan menuju Indonesia Emas 2045,” papar dia.

Walneg menilai Agromaritim Outlook 2024 saat ini merupakan paket lengkap jika dibandingkan dengan yang sebelumnya.

Sebab, diakuinya program yang digaungkan dilakukan secara parsial dan ketika ada tokoh atau pakar IPB yang berbicara lebih mengatas namakan individu.

“Kalau sekarang, kita rapatkan barisan, kita bentuk dalam bentuk buku. Kita bentuk konsepnya, naskah akademiknya, benar-benar dari seluruh stakeholdernya IPB,” imbuh dia.

“Jadi IPB ini ada yang pengamat, peneliti, akademisi, BUMN, pengusaha, seluruhnya kami kumpulkan. Kita membuat konsep-konsep, ide-ide, inilah yang akan kita berikan pada pemerintah,” tandas Walneg.(ded)

Penulis: Dede
Editor: Rany Puspitasari